Beranda Warta Plt Bupati Pekalongan Minta Perbup Pesantren Segera Disusun, Tegaskan Komitmen Pemerintah Dukung...

Plt Bupati Pekalongan Minta Perbup Pesantren Segera Disusun, Tegaskan Komitmen Pemerintah Dukung Santri

73
0
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, SS, MS. bertindak sebagai Inspektur Apel dalam Apel Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Pekalongan yang digelar di Stadion Widya Manggala Krida, Kedungwuni, Kamis (22/10/2026) (Dok. LTNNU)

PEKALONGAN, NU Kota Santri – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menginstruksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk segera menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pekalongan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren. Instruksi tersebut disampaikan dalam amanatnya sebagai inspektur upacara pada Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Pekalongan di Stadion Widya Manggala Krida, Kedungwuni, Kamis (22/10/2026).

Di hadapan ribuan peserta apel yang terdiri atas santri, ulama, unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, Sukirman menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren harus diwujudkan melalui kebijakan nyata. Menurutnya, keberadaan regulasi daerah menjadi bagian penting dalam memberikan landasan operasional bagi pemerintah untuk memfasilitasi pengembangan pesantren dan mendukung masa depan para santri.

Ia secara khusus meminta para asisten dan staf ahli di lingkungan Pemkab Pekalongan untuk segera menindaklanjuti penyusunan Perbup tersebut agar pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2023 dapat berjalan lebih terarah.

Sukirman menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali peran santri dalam perjalanan sejarah bangsa. Ia mengajak seluruh peserta mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Dalam amanatnya, ia mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab untuk memahami sejarah perjuangan bangsa, selain mendalami ilmu agama seperti akidah akhlak, nahwu, sharaf, dan kitab kuning. Semangat perjuangan para pendahulu, menurutnya, perlu diteruskan melalui pengabdian sesuai tantangan zaman.

“Jika dahulu santri menguatkan negeri melalui perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, sekarang santri harus menguatkan negeri melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia,” demikian pesan Menteri Agama Republik Indonesia yang disampaikan kembali oleh Sukirman dalam amanatnya.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan HSN 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa santri harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tradisi pesantren, lanjutnya, harus tetap dijaga tanpa menutup diri terhadap kemajuan zaman.

Sukirman juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren atau organisasi kemasyarakatan Islam tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia yang mencintai tanah air. Semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagai bagian dari iman perlu diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain tantangan digitalisasi, pergaulan bebas, dan kenakalan remaja, Sukirman mengingatkan adanya narasi negatif tentang pesantren yang beredar di media sosial. Ia mengajak para kiai, santri, dan masyarakat untuk lebih peka dalam menyikapi informasi tersebut serta bersama-sama menjaga citra pesantren yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi Indonesia, bahkan sebelum republik ini berdiri.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sinergi dengan kalangan santri, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan serta meningkatkan pelayanan publik. Ia pun menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh keluarga besar pesantren.

Sementara itu, Ketua Panitia HSN PCNU Kabupaten Pekalongan, KH Nur Alif Wasnadi, M.Pd., mengungkapkan bahwa apel tersebut merupakan puncak rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Pekalongan sepanjang September hingga Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kick Off Hari Santri 2026 dan Sambang Pesantren di Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah, Wonopringgo, pada 27 September 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan bakti masyarakat berupa bersih-bersih masjid dan musala di wilayah MWCNU se-Kabupaten Pekalongan pada 2 Oktober, pemeriksaan kesehatan gratis di UIN KH Abdurrahman Wahid pada 4 Oktober, serta Santri Fest di Pondok Pesantren Al-Utsmani dan Pondok Pesantren Walindo pada 15 dan 19 Oktober 2026.

“Apel Hari Santri Nasional ini menjadi pemuncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah kami laksanakan. Alhamdulillah, apel berlangsung sukses dan lancar,” ungkap Nur Alif.

Usai apel, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Santri Fest. Berbagai cabang perlombaan yang digelar meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK), Hifdzil Nadzam Al-Imrithi, pidato bahasa Jawa, rebana putri, serta lomba video profil pesantren dan madrasah diniyah.

Selain apel, kegiatan puncak HSN di Stadion Widya Manggala Krida juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis lanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Pekalongan berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan pengabdian, penguatan pendidikan, dan kontribusi nyata santri bagi kemajuan daerah serta terwujudnya Indonesia Emas.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 41

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini