Buaran, NU Kota Santri – MI Islamiyah Simbang Wetan sukses menyelenggarakan Festival Literasi 2026 pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU tersebut menjadi salah satu upaya menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya di kalangan siswa sejak dini.
Mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Gemar Membaca, Berkarya, dan Berliterasi”, festival ini diselenggarakan oleh Komite MI Islamiyah Simbang Wetan yang diketuai Hj. Asni Hanifah, S.E. Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan madrasah sekaligus wujud sinergi antara madrasah, komite, keluarga, dan berbagai pihak dalam memperkuat budaya literasi di tengah perkembangan era digital.
Festival Literasi 2026 dihadiri Ketua Yayasan Rohani Islam, Dr. H. Andi Kushermanto, S.E., M.M., beserta jajaran pengurus yayasan, kepala madrasah, dewan guru, seluruh siswa kelas I hingga VI, serta wali murid. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pengembangan budaya literasi dan pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Untuk memperluas wawasan peserta, panitia menghadirkan dua narasumber dari bidang pendidikan dan perpustakaan. Narasumber pertama, Dr. Dina Nurmalisa, S.S., M.Hum., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pekalongan, menyampaikan materi tentang strategi menumbuhkan minat baca dan mengembangkan keterampilan menulis kreatif pada anak.
Narasumber kedua, Rini Sugiyarsih, S.E., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, hadir didampingi Finalis Duta Baca Kabupaten Pekalongan 2026. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran perpustakaan dan keluarga dalam membangun kebiasaan membaca serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi pada anak.
Kepala MI Islamiyah Simbang Wetan Ibadurrahman, S.Pd.I menyampaikan apresiasi kepada komite madrasah atas inisiatif dan kerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival literasi merupakan langkah positif untuk meningkatkan minat baca, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan berpikir kritis siswa.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada pengurus komite. Festival Literasi ini merupakan langkah positif untuk menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan minat baca, serta melatih kreativitas dan berpikir kritis siswa,” ujarnya.
Ia berharap Festival Literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca dan berkarya secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya budaya literasi yang berkelanjutan dan semakin memperkuat sinergi antara madrasah, komite, dan keluarga,” tambahnya.
Selain sesi pemaparan materi, festival juga dimeriahkan dengan beragam penampilan siswa kelas I hingga VI. Para siswa menampilkan lagu kebangsaan, Mars Madrasah Ibtidaiyah, Mars LP Ma’arif NU, pembacaan puisi, pembacaan cerpen karya siswa, pidato, hingga paduan suara. Berbagai penampilan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri, mengasah keberanian, dan menunjukkan kreativitas di hadapan para guru, orang tua, serta tamu undangan.
Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan para siswa yang mengikuti kegiatan. Rayyan Ibnu Alby, siswa kelas V, mengaku senang mengikuti Festival Literasi 2026.
“Acara Festival Literasi ini sangat asyik, menghibur, dan menyenangkan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, dan pengundian hadiah yang disambut meriah oleh siswa serta wali murid. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai penutupan festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan edukatif, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri.
Melalui Festival Literasi 2026, MI Islamiyah Simbang Wetan berharap semangat membaca, menulis, dan berkarya semakin tumbuh dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kolaborasi antara madrasah, komite, keluarga, dan pemangku kepentingan diharapkan terus berlanjut sehingga literasi menjadi bagian dari budaya belajar yang mengakar, bukan sekadar kegiatan tahunan.
Editor: Khairul Anwar
Views: 164








