Beranda Warta NU Peduli Salurkan Air Bersih, Ribuan Warga Kabupaten Pekalongan Terdampak Kekurangan Air

NU Peduli Salurkan Air Bersih, Ribuan Warga Kabupaten Pekalongan Terdampak Kekurangan Air

45
0
NU Peduli menyalurkan Bantuan Sedekah Air Bersih untuk Warga yang terdampak Kekeringan sehingga kekurangan air Bersih (Dok. NU Peduli Paninggaran)

PEKALONGAN, NU Kota Santri – NU Peduli Kabupaten Pekalongan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau. Berdasarkan hasil asesmen Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) PCNU Kabupaten Pekalongan, warga terdampak tersebar sedikitnya di 11 kecamatan dan mencakup ribuan keluarga.

Gerakan penyaluran air bersih dilakukan melalui sinergi NU Peduli, LPBINU, NU Care-LAZISNU, MWCNU, relawan, donatur, serta unsur Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan dan desa. Bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, mulai dari air minum, memasak, mandi hingga berwudhu.

Ketua LPBINU PCNU Kabupaten Pekalongan, Eko Prasetyo, SE., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang harus menunggu datangnya bantuan air dengan menyiapkan jeriken, ember, dan berbagai wadah penampungan.

“Turut prihatin untuk mereka yang menjejerkan jeriken dan ember-ember kosong, mengharap kehadiran air untuk sekadar minum, memasak, wudhu, dan kebutuhan lainnya. Faktanya, mereka adalah warga kita, warga Nahdliyin Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.

Menurut Eko, kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang masih memperoleh air secara cukup agar mensyukuri nikmat tersebut dan ikut membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.

“Bagi kita yang rumahnya masih melimpah air, tentu patut kita syukuri. Mari bergerak bersama untuk meringankan beban mereka melalui NU Peduli,” ujarnya.

Hasil asesmen LPBINU Kabupaten Pekalongan menunjukkan kekurangan air bersih terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Sragi, Kesesi, Doro, Wonokerto, Siwalan, Wonopringgo, Paninggaran, Kajen, Karanganyar, Kandangserang, dan Kedungwuni.

Di Kecamatan Sragi, misalnya, warga terdampak di Kelurahan Sragi tercatat sebanyak 238 kepala keluarga (KK) atau 816 jiwa. Sementara di Kecamatan Kesesi, sebanyak 217 KK atau 647 jiwa terdampak di Desa Kesesi dan 361 KK dengan 1.803 jiwa berada di Desa Ujungnegoro.

Dampak kekurangan air bersih juga cukup luas di Kecamatan Doro. LPBINU mencatat warga terdampak tersebar di Desa Sawangan sebanyak 118 KK atau 369 jiwa, Wringin Agung 550 KK atau 1.285 jiwa, Dororejo 356 KK atau 758 jiwa, dan Desa Doro 164 KK atau 428 jiwa. Di Desa Kalimojosari, kondisi serupa terjadi di Dukuh Wonosari Cilik dengan 171 KK atau 560 jiwa serta Dukuh Simbang sebanyak 103 KK atau 373 jiwa.

Sementara itu, di Kecamatan Wonokerto, Desa Pecakaran mencatat 378 KK atau 1.276 jiwa terdampak. Di Kecamatan Siwalan, kekurangan air dialami 280 KK atau sekitar 740 jiwa di Desa Yosorejo.

Kondisi kekurangan air juga menyentuh lingkungan pendidikan keagamaan. Di Kecamatan Wonopringgo, warga Desa Getas yang terdampak tercatat 46 KK atau 136 jiwa. Selain itu, sekitar 250 orang di Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an Jetakkidul dan 250 orang di Pondok Pesantren Al Qutub, Dukuh Logaten Selatan, Desa Rowokembu, turut membutuhkan suplai air bersih. Di wilayah Jetakkidul, terutama Dukuh Sepete dan Glocon, terdapat 287 KK yang juga tercatat terdampak.

Gerakan penyaluran bantuan telah berjalan di sejumlah wilayah. Salah satu yang aktif adalah NU Peduli MWCNU Paninggaran. Sejak September hingga Oktober 2026, NU Peduli Paninggaran telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 kali, salah satunya kepada masyarakat Dusun Sitesuk, Desa Notogiwang.

“Air bersih terus mengalir, kepedulian pun terus bergerak. Semoga setiap tetes membawa manfaat dan meringankan kebutuhan saudara-saudara kita,” demikian pesan NU Peduli Paninggaran dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut.

Ketua NU Peduli Kabupaten Pekalongan, H. Ahsin Hana, M.Pd., menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk respons kemanusiaan NU terhadap kebutuhan masyarakat. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan hasil asesmen lapangan sehingga bantuan dapat diarahkan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.

Di Kecamatan Paninggaran sendiri, hasil asesmen mencatat sedikitnya 210 KK atau sekitar 1.500 jiwa terdampak di Desa Werdi dan 125 KK atau 600 jiwa di Desa Tenogo. Sementara di Kecamatan Kajen, kekurangan air bersih ditemukan di Desa Tambakroto, Gejlig, Kebonagung, Kalijoyo, dan Sambiroto. Desa Sambiroto menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar, yakni 369 KK atau sekitar 1.236 jiwa.

Kecamatan Karanganyar juga masuk dalam peta wilayah terdampak. Di Desa Legokkalong, Dukuh Sontel tercatat 401 KK atau 1.203 jiwa dan Dukuh Temiyang 270 KK atau 1.020 jiwa. Sementara Desa Pedawang mencatat 215 KK atau 655 jiwa terdampak.

Jumlah warga terdampak cukup besar juga ditemukan di Kecamatan Kandangserang. Di Desa Garungwiyoro terdapat 414 KK atau sekitar 2.100 jiwa, Desa Bojongkoneng 463 KK atau 1.400 jiwa, Desa Luragung sebanyak 849 KK atau 2.547 jiwa, serta Desa Lambur 122 KK atau sekitar 900 jiwa.

Di Kecamatan Kedungwuni, hasil asesmen sementara mencatat 70 KK terdampak di Desa Paesan Kebumen. Data tersebut masih menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan air bersih yang dilakukan LPBINU Kabupaten Pekalongan sebagai dasar koordinasi dan penyaluran bantuan.

Ketua NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Pekalongan, H. Mujahidin, SH., turut mendorong keterlibatan masyarakat dan para donatur dalam gerakan kemanusiaan tersebut. Dukungan berbagai pihak dinilai sangat diperlukan karena kebutuhan air bersih terdapat di banyak wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang besar.

NU Peduli berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. Koordinasi antarlembaga NU, relawan, pemerintah setempat, dan masyarakat juga terus diperkuat agar penyaluran dapat menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.

Di tengah keterbatasan air yang dialami sejumlah warga Kabupaten Pekalongan, gerakan tersebut menjadi bentuk gotong royong dan kepedulian sosial. Setiap tangki air yang datang tidak sekadar memenuhi wadah-wadah kosong milik warga, tetapi juga membawa dukungan bagi masyarakat agar dapat menjalani kebutuhan sehari-hari dengan lebih layak.

NU Peduli Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, pengurus NU di berbagai tingkatan, dan semua pihak yang telah terlibat dalam penyaluran bantuan. Kepedulian itu diharapkan terus meluas sehingga warga yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat segera mendapatkan bantuan.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 13

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini