
Boyolali, nukotasantri.or.id — Sebanyak 350 calon jemaah haji Kabupaten Pekalongan tahun 2025 mengikuti kegiatan simulasi dan praktik manasik haji yang digelar oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad (29/12/2024) di Kompleks Wisata Edukasi Religi Boyolali, Singkil, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali.
“Simulasi dan praktik manasik ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan manasik yang diselenggarakan KBIHU An-Nahdliyyah. Tujuannya untuk memberikan pengenalan lebih mendalam kepada para calon jemaah tentang lokasi pelaksanaan ibadah haji melalui miniatur tanah suci,” ujar Ketua KBIHU An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pekalongan, H. Mansur Ahmad.
Kompleks Wisata Edukasi Religi Boyolali dipilih sebagai lokasi simulasi karena letaknya yang strategis, mudah dijangkau, dan memiliki fasilitas miniatur tanah suci yang menyerupai lokasi-lokasi penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Dalam kegiatan ini, para jemaah mendapatkan bimbingan langsung dari sejumlah pembimbing ibadah haji KBIHU An-Nahdliyyah, yaitu Drs. KH. Saiful Bahri, KH. Nur Alif Wasnadi, Dr. KH. Sabilal Rosyad, KH. Masyhadi, KH. Abidul Haq, dan KH. Yusron.
Menurut H. Mansur Ahmad, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk kekompakan dan kebersamaan antarjemaah. “Melalui simulasi ini, jemaah tidak hanya memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga saling mengenal dan membangun solidaritas. Kekompakan ini penting karena ibadah haji membutuhkan kerja sama, terutama dalam situasi yang memerlukan bantuan sesama,” tambahnya.
Murtadho, staf KBIHU An-Nahdliyyah, mengungkapkan bahwa para jemaah sangat antusias mengikuti setiap tahapan simulasi. “Kegiatan ini sangat membantu para jemaah memahami secara langsung proses-proses yang akan dijalani selama di tanah suci. Miniatur yang tersedia di sini membuat jemaah bisa berlatih dengan lebih nyata,” tuturnya.
Kegiatan simulasi ini merupakan pertemuan ke-9 dari total 15 kali pertemuan yang dijadwalkan dalam program manasik haji tahun 2024/1446 H. Selain memahami teknis ibadah haji, para jemaah juga diingatkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. “Ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan fisik prima. Oleh karena itu, kami selalu mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental sejak sekarang,” kata H. Mansur Ahmad.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para jemaah semakin siap menjalani ibadah haji di tanah suci. Mereka tidak hanya lebih memahami tata cara ibadah, tetapi juga terlatih menghadapi situasi yang mungkin terjadi selama pelaksanaan haji.
“Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi jemaah. Kami berharap semua peserta dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” pungkas H. Mansur Ahmad.
Pengirim: Murtadho
Editor: Syaikhul Alim
Views: 675







