
Pekalongan, nukotasantri.or.id – Kabupaten Pekalongan kembali dirundung duka setelah longsor menerjang sembilan desa di Kecamatan Petungkriyono pada Senin malam (20/1).
Menurut data yang dihimpun BPBD Kabupaten Pekalongan, bencana ini menelan korban jiwa sebanyak 17 orang, sementara 9 lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, belasan warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Kerusakan parah juga meliputi infrastruktur, termasuk jembatan yang terputus dan akses jalan yang tertutup material longsor, memaksa kendaraan untuk mengambil rute alternatif melalui Banjarnegara.
Kendala Medan Berat Hambat Proses Evakuasi
Tim Kampung Siaga Bencana langsung diterjunkan untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman serta membawa korban luka ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, proses evakuasi menghadapi berbagai tantangan seperti medan yang sulit, hujan lebat, dan jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.
Hingga Selasa sore, tim gabungan dari BPBD, relawan, dan warga setempat terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memberikan bantuan dengan mendirikan posko bencana di sekitar wilayah terdampak.
Rumah Kepala Desa Pun Hancur Tertimbun Longsor
Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari menjadi penyebab utama longsor ini. Bahkan, rumah Kepala Desa yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi pengungsian warga ikut hancur tertimbun material longsor.
Camat Petungkriyono, Hadi Surono, menyatakan Desa Kasimpar menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan jumlah korban jiwa yang paling tinggi.
Banjir Bandang Tambah Parah di Wilayah Lain
Di saat bersamaan, wilayah Kedungwuni, Kandangserang, dan Lebakbarang dilanda banjir bandang. Tingginya genangan air hingga mencapai dada orang dewasa menambah kerusakan yang signifikan, terutama bagi pengusaha batik yang mengalami kerugian besar akibat barang dagangannya terendam banjir.
Bupati Pekalongan, Hj. Fadia Arafiq, mengungkapkan bahwa kurangnya alat berat menjadi kendala utama dalam penanganan bencana ini. Ia menekankan pentingnya kesiapan mitigasi bencana untuk menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.
Daftar Korban Meninggal Dunia
- Revalina (19) – Sipetung
- Suyati – Tlogo
- Kiki Pramudita (23) – Garung
- Sutar (49) – Tlogo Pakis
- Riyanto (50) – Dranan Yosorejo
- Ayat (27) – Kasimpar
- Sumeri (30) – Garung Yosorejo
- Doni (27) – Gumelem
- Winarko (27) – Gumelem
- Supari (37) – Mudal Yosorejo
- Sularso (44) – Kasimpar
- Inawati (23) – Kasimpar
- Afkar (4) – Kasimpar
- Khusnul Cholifah (35) – Kasimpar
- Rokhim (40) – Kasimpar
- Rahmono (24) – Mangunan Tlogihendro
- Joni Yulianto (45) Siwalan Pekalongan
Nama-Nama Korban yang Dilaporkan Hilang
- M. Teguh Imanto – Kayu Puring
- Abiyas – Kasimpar
- Giyatno – Gumelem
- Tegar Hapriyanto – Kab. Batang
- M. Nasrullah Amin – Buaran
- Aisah – Mangunan Songgodadi
- Ta’ari Garung – Yosorejo
- Aurel Kasimpar
- Ta’adi Wonodadi – Songgodadi
Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan telah menetapkan Status Tanggap Bencana di Kabupaten Pekalongan. Hal ini beliau sampaikan saat menghadiri acara PCNU Kabupaten Pekalongan Bersholawat sekaligus doa bersama untuk Kabupaten Pekalongan di Capgawen Kedungwuni Selasa Malam (21/1). Disampaikannya bahwa Pemkab Pekalongan bersama stakeholder dan relawan telah melakukan upaya-upaya untuk penanganan bencana ini, mulai dari penanganan korban, proses pencarian korban sampai membuka akses jalan ke lokasi yang terkena longsoran dengan mendatangkan alat berat. “Masyarakat harus tetap waspada, karena berdasarkan perkiraan cuaca, beberapa hari ke depan sampai dengan bulan Februari curah hujan di Kabupaten Pekalongan masih sangat tinggi. Kejadian bencana ini mengingatkan kita untuk betul-betul berhati-hati menjaga lingkungan” Ujarnya
Sementara itu PCNU Kabupaten Pekalongan melalui NU Peduli merespon dengan kondisi tanggap bencana dengan mengaktifkan Posko NU Peduli dengan 1 Posko Induk di Gedung PCNU Kedungwuni serta 4 Posko AJU yakni di Tirto, Wonokerto, Kedungwuni dan Wonopringgo. Adapun tugas Posko AJU adalah mengoordinasikan penanganan bencana di wilayah setempat, melakukan asessment kebutuhan prioritas serta berkoordinasi dan melapor ke posko induk PCNU Kabupaten Pekalongan. M. Ahsin Hana, Ketua NU Peduli mengimbau segenap relawan untuk bergabung di Posko AJU yang ditunjuk.
Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman alam, terutama di wilayah yang rentan terhadap longsor dan banjir. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan mitigasi dan persiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di masa depan.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 31







