Beranda Warta Lakpesdam PCNU Kabupaten Pekalongan Aktif dalam Forum Kader NU Jawa Tengah ke-1

Lakpesdam PCNU Kabupaten Pekalongan Aktif dalam Forum Kader NU Jawa Tengah ke-1

639
0
Kegiatan Forum Kader NU Jawa Tengah ke-1 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Amanah Kota Semarang pada hari Ahad (9/2/2025) (Dok. Lakpesdam PCNU Kab. Pekalongan)

Semarang, nukotasantri.or.id – Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan yang diwakili oleh Muhammad Mufid, S.HI., M.Pd.I. dan M. Burhanuddin, Lc. M.A. turut berpartisipasi aktif dalam Forum Kader NU Jawa Tengah ke-1 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Amanah Kota Semarang pada hari Ahad, 9 Februari 2025.

Forum ini diinisiasi oleh Lakpesdam PWNU Jawa Tengah dan Lakpesdam PCNU Kota Semarang sebagai tuan rumah. Selain pengurus Lakpesdam dari PCNU Kabupaten Pekalongan, hadir pula perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, Kendal, dan Batang. Tema utama yang menjadi pembahasan adalah “Pemetaan Isu Strategis dan Basis Penghidupan Warga NU di Jawa Tengah”.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan hangat dari pengasuh Ponpes Al Amanah Kota Semarang yang juga merupakan pengurus Lakpesdam Kota Semarang, Dr. Rikza Chamami, M.Si. Beliau menekankan bahwa forum ini memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang diskusi semata, tetapi juga sebagai wadah untuk mengkaji secara mendalam isu-isu krusial yang dihadapi oleh warga NU di Jawa Tengah, terutama yang berkaitan dengan basis penghidupan mereka.

Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, Gus Muhammad Zaenal Anwar, M.Si, menyampaikan bahwa forum ini merupakan kelanjutan dari Muktamar Ilmu Pengetahuan yang telah sukses diselenggarakan pada bulan Desember sebelumnya. Beliau juga menyampaikan pesan dari Gus Rozin selaku Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Tengah yang memiliki harapan besar agar pengurus di tingkat wilayah dapat memiliki kapasitas yang setara dengan pemerintah provinsi, serta pengurus NU di tingkat cabang dapat setara dengan pemerintah di tingkat kabupaten atau kota.

Diskusi dalam forum ini dipantik oleh narasumber yang kompeten, Prof. Ahmad Syakir Kurnia, Ph.D dari Universitas Diponegoro Semarang. Beliau memaparkan berbagai isu strategis yang meliputi aspek ekonomi, sosial, politik, dan keagamaan. Fokus utama beliau adalah masalah ekonomi, khususnya kemiskinan, yang menurutnya menjadi muara dari berbagai permasalahan yang ada.

Prof. Ahmad Syakir Kurnia menjelaskan bahwa kemiskinan seringkali disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang karena keterbatasan modal atau kurangnya keterampilan. Dalam hal ini, pemerintah dapat memberikan bantuan yang signifikan melalui program BLT atau pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

Beliau juga menyoroti bahwa kebutuhan sehari-hari masyarakat yang paling dominan menyebabkan kemiskinan adalah beras. Jika harga beras tidak stabil, maka banyak warga yang akan terkena dampaknya. Selain itu, rokok juga menjadi faktor penyebab kemiskinan tertinggi kedua.

Sebagai penutup, Prof. Ahmad Syakir Kurnia berpesan kepada pengurus Lakpesdam untuk memaksimalkan peran mereka dalam berbagai isu masyarakat, baik yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, maupun isu-isu lainnya. Dalam isu ekonomi, pengurus Lakpesdam harus memiliki langkah-langkah nyata, antara lain ikut serta dalam mengawal dan memberikan masukan terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di wilayahnya masing-masing, sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat NU.

Lakpesdam NU diharapkan tidak hanya menjadi lembaga yang berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi lebih dari itu, dapat berkontribusi secara aktif dalam perencanaan kebijakan NU dan lain sebagainya.

Kontributor: M. Burhanudin, Lc., M.A. (Anggota Lakpesdam PCNU Kab Pekalongan)

Views: 76

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini