Beranda Warta Liga Santri Pekalongan 2025 Resmi Dibuka, Ajang Silaturahmi dan Pemupuk Bakat Sepak...

Liga Santri Pekalongan 2025 Resmi Dibuka, Ajang Silaturahmi dan Pemupuk Bakat Sepak Bola Santri

373
0
Penyerahan simbolis bola dari PCNU Kabupaten Pekalongan diwakili KH. Sohibul Ulum kepada wasit Turnamen Liga Santri Pekalongan 2025 di Stadion Sidandang Dororejo Doro Jum'at (3/10/2025)

Doro, nukotasantri.or.id — Suasana semarak mewarnai Stadion Sidandang Dororejo, Kecamatan Doro, saat digelarnya pembukaan Liga Santri Pekalongan Tahun 2025, Jumat (3/10/2025). Turnamen sepak bola antarpesantren yang digagas oleh Rabithah Ma’ahad Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Pekalongan ini diikuti oleh 16 tim dari berbagai pondok pesantren di bawah naungan NU.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wahana muwasholah (perekat silaturahmi) antar pengasuh pesantren serta wadah untuk menumbuhkan potensi dan semangat sportivitas di kalangan santri. Liga Santri akan berlangsung hingga 18 Oktober 2025, menampilkan laga-laga yang diharapkan dapat memantik semangat dan bakat sepak bola santri di Bumi Kajen.

Pembukaan acara berlangsung khidmat dan meriah. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Dororejo Alimin Slamet, yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan PCNU Kabupaten Pekalongan serta para kiai yang telah menjadikan stadion Sidandang sebagai lokasi turnamen.

“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah Liga Santri tahun ini. Semoga para pemain bertanding dengan hati riang, menjunjung sportivitas, dan bal-balan sak lempohe,” ujar Alimin dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Sementara itu, KH. Shohibul Ulum, mewakili Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan seperti Liga Santri merupakan wujud nyata dari semangat berkhidmah NU dalam membina generasi muda pesantren yang sehat, berjiwa sportif, dan berkarakter.

“Santri tidak hanya kuat dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga harus tangguh secara fisik. Sepak bola bisa menjadi media pembentukan karakter disiplin, kerja sama, dan kejujuran — nilai-nilai yang juga diajarkan dalam pesantren,” tutur KH. Shohibul Ulum.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH. Baihaqi Anwar, memohon agar turnamen berjalan lancar, penuh berkah, dan menjadi ajang mempererat ukhuwah antarpondok. Setelah itu, para pemain dan wasit memasuki lapangan dengan iringan backsound meriah sebelum prosesi seremonial tendang bola sebagai tanda resmi dimulainya kompetisi.

Tendangan pembuka dilakukan secara simbolis oleh jajaran tokoh yang hadir, di antaranya Rois Syuriyah dan Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Ketua Askab PSSI, Forkopimcam Doro, Kepala Desa Dororejo, serta Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan.

Sorak sorai penonton dan para santri mengiringi momen bersejarah itu, menandai dimulainya pertandingan perdana Liga Santri 2025. Suasana religius dan semangat kebersamaan terasa kental, menggambarkan perpaduan antara olahraga, dakwah, dan budaya pesantren.

Liga Santri Pekalongan bukan hanya ajang mencari pemenang, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan silaturahmi antarpesantren. Dengan semangat “Olahraga Ibadah, Bertanding Berkah”, diharapkan para santri mampu menunjukkan bahwa sepak bola juga bisa menjadi media dakwah dan pengabdian kepada bangsa.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 40

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini