
Pekalongan, nukotasantri.or.id — LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan kembali aktif berpartisipasi dalam Forum Kader NU ke-4 PWNU Jawa Tengah yang digelar di Pekalongan pada Sabtu (15/11/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai isu krusial, khususnya terkait perkembangan ekonomi, peran civil society, dan ancaman yang dihadapi ekosistem petani serta UMKM di tengah derasnya barang impor.
Dalam kesempatan ini, KH. Abdul Ghaffar Rozin Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Tengah menyoroti prediksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 9% mulai tahun 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi nyata di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem UMKM dan petani lokal tengah menghadapi tantangan serius. Ancaman kepunahan petani menjadi perhatian utama, mengingat peran vital mereka sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

LAKPESDAM memegang peran dalam pentingnya pengawalan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil dengan memperkuat gerakan civil society. “Advokasi masyarakat sipil harus terus menyala dan tidak padam,” tegas Gus Rozin. Civil society di NU bukan dimaknai sebagai oposisi terhadap negara, melainkan sebagai formasi baru yang mengembalikan peran NU sebagai penyeimbang kekuatan negara, sesuai dengan semangat Gus Dur dalam membangun demokrasi dan kemanusiaan.
Dalam perspektif yang lebih luas, peserta forum menggarisbawahi pentingnya penguatan mental dan sumber daya kader NU yang progresif dan revolusioner. Diperlukan “bahan bakar dan energi sumber daya” yang menjadi agen perubahan positif, yang dirangkum dalam semangat khidmah sebagai lokomotif pergerakan NU di tengah arus perubahan zaman. Pesantren, sebagai cikal bakal NU, menjadi titik awal penguatan jaringan kader dan komunitas.
Sebagai tindak lanjut, LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan bersama forum berkomitmen untuk mendata para pakar NU di wilayah masing-masing guna memperkuat jaringan keilmuan dan advokasi yang terorganisir.
Memperkuat mental progresif dan revolusioner kader menjadi bagian dari strategi penting, di mana energi dan sumber daya kader harus dirangkum dalam khidmah untuk menjadi lokomotif perubahan positif, dengan pesantren sebagai akar cikal bakal NU yang siap diperkuat jaringan dan jangkauannya.
Arahan penting disampaikan Direktur Eksekutif LAKPESDAM PBNU, Asrul Raman, yang menekankan urgensi penyusunan rencana strategis (renstra) untuk LAKPESDAM. Tidak lagi sebatas fungsi pelaksana program, LAKPESDAM harus berkembang menjadi badan pengatur yang mengatur dan mengarahkan aktivitas NU secara lebih sistematis dan strategis. Hal ini menegaskan posisi LAKPESDAM sebagai lembaga sentral yang ikut menentukan arah kebijakan dan program NU ke depan.
Sebagai langkah konkret, peserta forum berkomitmen mendata para pakar NU di daerah untuk memperkuat jaringan keilmuan dan advokasi yang terorganisir, sebagai modal dalam menjalankan fungsi strategis tersebut.
“Forum Kader NU ke-4 ini menjadi bukti komitmen LAKPESDAM PCNU Kabupaten dalam memperkuat posisi NU sebagai kekuatan moral dan sosial dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam menjaga kemerdekaan ekonomi dan memperkuat peran civil society sebagai penyeimbang negara, terang Samsul Bakhri Ketua LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan.
Kontributor: Naila Farha
Editor: Syaikhul Alim
Views: 42







