Beranda Warta LTMNU Kabupaten Pekalongan Gelar Sosialisasi dan Validasi Data serta Identifikasi Masjid Bersejarah...

LTMNU Kabupaten Pekalongan Gelar Sosialisasi dan Validasi Data serta Identifikasi Masjid Bersejarah NU

171
0
Kegiatan Sosialisasi Program dan Validasi Data Masjid Musalla NU digelar LTMNU Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (13/12/2025) di Rumah Makan Margo Mulyo Karangnyar Kabupaten Pekalongan (Dok. LTNNU)

Karanganyar, nukotasantri.or.id – Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan penting berupa Sosialisasi program kerja sekaligus Validasi data Masjid dan Musala Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Pekalongan. Acara yang menjadi penanda keseriusan LTMNU dalam mengawal aset dan marwah Nahdlatul Ulama di tingkat bawah ini dilaksanakan di Rumah Makan Margo Mulyo, Karanganyar, Pekalongan pada Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan. Tampak hadir Kiai Tikror Bukhori, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan; Drs. KH. Busaeri, MH., Penasihat LTMNU Kabupaten Pekalongan; Kiai Fauzan, Ketua LTMNU Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya; serta segenap ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Ketua LTM MWCNU se-Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Kiai Tikror Bukhori, memberikan penekanan penting mengenai peran Masjid dan Musala NU. Beliau mengingatkan seluruh hadirin akan perlunya menjaga aset-aset tersebut dengan baik. Lebih dari itu, Kiai Tikror juga menyoroti fungsi Masjid agar tidak hanya terbatas sebagai tempat salat berjamaah dan pengajian saja.

“Masjid dan Musala NU ini harus kita jaga. Selain untuk salat dan pengajian, Masjid juga harus difungsikan untuk memajukan kualitas Masjid itu sendiri dan juga warganya,” tegas Kiai Tikror. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya menjadikan Masjid sebagai pusat pergerakan sosial dan ekonomi umat, selaras dengan semangat Islam rahmatan lil alamin yang diemban NU.

Di sisi lain, Ketua LTMNU Kabupaten Pekalongan, Kiai Fauzan, menyampaikan tekad kuat lembaganya untuk menjaga Masjid dan Musala di Pekalongan dari pengambilalihan pihak luar. Kiai Fauzan mengungkapkan kekhawatiran yang beralasan, mengingat banyaknya Masjid dan Musala milik NU yang belakangan ini beralih pengelolaan ke pihak di luar Nahdlatul Ulama.

“Kami bertekad bulat untuk menjaga aset-aset umat ini. Karena kita tahu, banyak Masjid dan Musala NU yang beralih ke luar NU,” kata Kiai Fauzan. Sebagai langkah nyata untuk mencegah hal tersebut, LTMNU Cabang menyatakan kesiapannya untuk melakukan program turba atau turun ke bawah. Program ini akan menyasar seluruh MWC se-Kabupaten Pekalongan, yakni sebanyak 19 MWC, untuk melakukan sosialisasi intensif kepada para takmir Masjid di Pekalongan.

Selain upaya pengamanan aset, Kiai Fauzan juga menambahkan bahwa LTMNU akan melakukan langkah pendataan yang komprehensif. Pendataan ini tidak hanya mencakup inventarisasi biasa, namun juga fokus pada Masjid-Masjid tertua dan yang memiliki sejarah penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan Islam di Pekalongan yang berbasis NU.

“Masjid-masjid yang masuk kriteria tertua dan bersejarah tersebut nantinya akan mendapatkan Prasasti dari LTMNU Wilayah Jawa Tengah,” jelas Kiai Fauzan. Ia berharap agar di tiap MWC se-Kabupaten Pekalongan, terdapat setidaknya satu Masjid yang bisa diusulkan untuk mendapatkan Prasasti sebagai Masjid tertua dan bersejarah tersebut. Inisiatif ini merupakan upaya dokumentasi sejarah dan penguatan identitas Masjid-Masjid NU.

Sementara itu, agenda kegiatan ini turut memunculkan usulan inovatif dari salah satu fungsionaris LTMNU Kabupaten Pekalongan, KH. Murokhis. Beliau mengharapkan adanya sinergi antara LTMNU dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pekalongan.

KH. Murokhis mengusulkan agar kedua lembaga ini bekerja sama dalam membuat teks Khotbah Jumat yang terstandarisasi dan dapat digunakan oleh seluruh Masjid NU se-Pekalongan. Menurutnya, setidaknya sebulan sekali, tema khotbah yang disampaikan di Masjid-Masjid NU memiliki kesamaan.

“Sinergi LTMNU dan LDNU perlu diwujudkan untuk membuat teks Khutbah yang bisa dipakai semua Masjid NU se-Pekalongan. Paling tidak, sebulan sekali temanya sama,” ujar KH. Murokhis. Beliau juga menekankan pentingnya pendataan yang valid dengan mengusulkan perlunya pembukuan data profil setiap Masjid dan Musala yang ada. Pembukuan ini diharapkan menjadi bukti dan data Masjid yang sah dan valid.

Kegiatan sosialisasi dan kroscek data ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga dan memajukan aset-aset Nahdlatul Ulama, khususnya Masjid dan Musala, sebagai benteng akidah dan pusat peradaban umat di Kabupaten Pekalongan.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 26

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini