Beranda Warta NU Peduli PCNU Kabupaten Pekalongan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Tirto

NU Peduli PCNU Kabupaten Pekalongan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Tirto

317
0
NU Peduli PCNU Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Desa Mulyorejo Tirto Ahad (08/02/2026) (Dok. LTNNU)

Tirto, nukotasantri.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan melalui NU Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Ahad (8/2/2026). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian NU terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir yang hingga kini masih melanda wilayah tersebut.

Rombongan PCNU Kabupaten Pekalongan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PCNU Kabupaten Pekalongan H. Lukman Hakim, M.S.I, Ketua NU Peduli Kabupaten Pekalongan H. Ahsin Hana, M.Pd, Ketua LPBINU Kabupaten Pekalongan M. Eko Prasetyo, SE, Ketua KBIHU An-Nahdliyah H. Mansur Ahmad, serta jajaran pengurus PCNU dan pengurus MWCNU Tirto.

Bantuan diserahkan secara langsung kepada warga terdampak banjir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial Nahdlatul Ulama kepada masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Kehadiran rombongan PCNU disambut hangat oleh warga setempat yang selama beberapa pekan terakhir harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Ketua NU Peduli Kabupaten Pekalongan, H. Ahsin Hana, mengungkapkan bahwa bencana banjir di Kecamatan Tirto telah berlangsung cukup lama, yakni lebih dari tiga pekan. Ia menjelaskan bahwa banjir sempat surut, namun kembali melanda akibat curah hujan yang masih relatif tinggi.

“Bencana banjir di Kecamatan Tirto ini sudah terjadi cukup lama, lebih dari tiga minggu. Sempat surut, tetapi karena curah hujan masih tinggi, banjir kembali menggenangi wilayah ini,” ungkap H. Ahsin Hana.

Ia menegaskan bahwa kehadiran NU Peduli merupakan bentuk nyata kepedulian NU terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Menurutnya, NU tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

“NU Peduli Kabupaten Pekalongan sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang masih dilanda bencana, kami hadir sebagai bentuk dukungan dan simpati terhadap apa yang para korban alami,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Ahsin Hana menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para korban banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap bencana.

“Bantuan yang kami berikan berupa bahan kebutuhan pokok, termasuk bumbu masak, makanan cepat saji, perlengkapan bayi, serta obat-obatan. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban para korban,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori, mengingatkan bahwa wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini masih menghadapi berbagai potensi bencana. Selain banjir yang melanda wilayah utara, daerah pegunungan di bagian atas juga memiliki potensi longsor yang perlu diwaspadai bersama.

“Kabupaten Pekalongan saat ini masih banyak wilayah yang dilanda musibah. Di wilayah utara ada banjir, sementara di wilayah atas juga berpotensi terjadi longsor,” tutur Kiai Muslikh.

Ia menegaskan komitmen NU untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengalami kondisi memprihatinkan akibat bencana alam. Menurutnya, kehadiran NU merupakan bagian dari khidmah dan tanggung jawab sosial organisasi keagamaan.

“Insya Allah NU berusaha selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, apalagi bagi mereka yang masih dalam kondisi memprihatinkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Muslikh juga mengajak seluruh jajaran pengurus NU, khususnya di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), untuk meningkatkan partisipasi dan optimalisasi peran LAZISNU di masing-masing wilayah. Ia menilai, dukungan dan pengelolaan dana yang baik akan memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat.

“Untuk itu kami meminta agar partisipasi dan peran LAZISNU di masing-masing MWCNU terus ditingkatkan. Kalau support dari LAZISNU semakin besar, maka semakin banyak pula yang bisa kita perbuat untuk masyarakat,” jelasnya.

Kiai Muslikh menambahkan bahwa PCNU Kabupaten Pekalongan tidak hanya berkontribusi dalam penanganan bencana di wilayah Pekalongan, tetapi juga turut membantu penanganan bencana di daerah lain. Ia menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Pekalongan telah mengirimkan enam orang relawan untuk membantu penanganan bencana di Aceh.

“Kami juga sudah mengirimkan enam orang relawan untuk membantu penanganan bencana di Aceh. Para relawan ini kami openi, bukan hanya relawannya saja, tetapi juga keluarganya kami bantu dengan santunan sebesar seratus ribu rupiah per hari per relawan,” ungkapnya.

Selain itu, dalam waktu dekat PCNU Kabupaten Pekalongan juga akan melaksanakan program bedah rumah bagi korban kebakaran. Program-program tersebut, lanjut Kiai Muslikh, merupakan manfaat nyata dari pengelolaan dana LAZISNU yang amanah dan profesional.

“Dalam waktu dekat ada juga program bedah rumah bagi korban kebakaran. Semua ini bisa dilakukan berkat manfaat nyata dari dana LAZISNU,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, PCNU Kabupaten Pekalongan berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang hadir memberikan solusi nyata bagi umat, terutama dalam situasi darurat dan bencana.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 45

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini