Beranda Warta Kawal Sanad Keilmuan, PC ISNU Kabupaten Pekalongan Rancang Kurikulum Pesantren Berbasis OBE...

Kawal Sanad Keilmuan, PC ISNU Kabupaten Pekalongan Rancang Kurikulum Pesantren Berbasis OBE dan Aswaja

80
0

KAJEN, NU Kota Santri – Dalam upaya merespons dinamika pendidikan masa kini, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kurikulum Pesantren Berbasis Nilai-Nilai Aswaja” pada Selasa (16/6/2026) sore.

Bertempat di Qonsha Coffee & Eatery, Kajen, kegiatan ini diinisiasi untuk mengawal tradisi, merawat sanad keilmuan, dan meneguhkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin di Kota Santri. Forum dialektika intelektual ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dewan Ahli PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Ziaul Khaq, M.Pd., serta Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan.

Agenda utama FGD ini difokuskan pada pembahasan dan validasi model transformasi kurikulum pesantren menuju Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dan dinamis.

Dalam pemaparannya, kurikulum pesantren seringkali dihadapkan pada tantangan faktual yang membutuhkan kerangka lebih terbuka guna merespons pendidikan kontemporer, namun dengan syarat mutlak tidak menggerus tradisi luhur yang ada. Oleh karena itu, PC ISNU merumuskan pergeseran paradigma dari Instructional Curriculum (yang berpusat pada materi dan cenderung linier) menuju Outcome-Based Curriculum (yang berpusat pada capaian lulusan dan nilai).

Inovasi kurikulum ini tidak menghilangkan esensi kepesantrenan. Sebaliknya, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) justru dijadikan sebagai landasan filosofis dan terintegrasi secara sistematis dalam setiap komponen pembelajaran. Ruh pendidikan ini ditopang oleh empat pilar analisis kebutuhan masyarakat: Tawassuth (moderat), Tawazun (seimbang), Tasamuh (toleran), dan I’tidal (adil).

Konsep tersebut selaras dengan kaidah ulama salaf, al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (memelihara tradisi lama yang baik, serta mengambil hal baru yang lebih baik).

Dalam kerangka ini, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis Aswaja bertindak sebagai jembatan strategis. Struktur dan alat ukur modern ala OBE dipadukan secara harmonis dengan tradisi otentik pesantren, seperti kajian kitab kuning, keteladanan kiai, dan transmisi sanad keilmuan.

Muara dari penyelarasan ekosistem pendidikan ini adalah tercetaknya profil “Santri Ideal”, yakni generasi yang memadukan kedalaman ilmu agama (Tafaqquh Fiddin) dengan teknologi kontemporer (Berilmu), memiliki budi pekerti luhur ala kepesantrenan (Berakhlak), serta mengamalkan prinsip berbangsa yang toleran (Moderat).

FGD ini merupakan pijakan awal (Step 1) dari peta jalan pembaruan kurikulum yang digagas oleh PC ISNU. Tindak lanjut dari validasi model ini akan diteruskan ke tahap pelatihan asatidz, penyusunan perangkat ajar (modul berbasis CPL), hingga bermuara pada implementasi pilot project dan monitoring secara langsung di pondok pesantren.

Editor: Ihza

Views: 19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini