Beranda Warta PCNU Kabupaten Pekalongan Ajak Warga NU Sambut Muktamar dengan Mujahadah dan Istighotsah

PCNU Kabupaten Pekalongan Ajak Warga NU Sambut Muktamar dengan Mujahadah dan Istighotsah

42
0
Kegiatan Naharul Ijtima' PCNU Kabupaten Pekalongan Putaran ke-17 di Pondok Pesantren Roudlatul Huffadz Al-Banani Winduaji Paninggaran berlangsung Ahad (26/07/2026) (Dok. LTNNU)

PANINGGARAN, Nukotasantri.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar kegiatan rutin Naharul Ijtima’ Ngaji Bareng Kitab At-Tibyan karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Putaran ke-17 tersebut berlangsung pada Ahad (26/7/2026) di Pondok Pesantren Roudlatul Huffadz Al-Banani, Dukuh Simbang, Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin PCNU Kabupaten Pekalongan ini dihadiri jajaran Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, para ketua lembaga di lingkungan PCNU, para Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU se-Kabupaten Pekalongan, jajaran Pengurus MWCNU Paninggaran beserta badan otonom, serta para Rais Syuriyah dan Ketua Pengurus Ranting NU se-MWCNU Paninggaran.

Selain menjadi forum memperdalam khazanah keilmuan melalui kajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama tersebut, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpengurus sekaligus menyampaikan berbagai informasi strategis organisasi menjelang penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama.

Mewakili PCNU Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Kyai Tikror Bukhori, dalam sambutannya menyoroti dinamika menjelang Muktamar PBNU yang belakangan ramai menjadi perbincangan di berbagai media sosial. Menurutnya, munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Umum PBNU merupakan bagian dari proses yang masih terus berkembang dan belum mengarah pada keputusan final.

“Kami melihat perkembangan informasi di media sosial terkait munculnya beberapa nama calon Ketua Umum PBNU, termasuk adanya dukungan dari sejumlah PCNU di berbagai daerah. Namun perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini PCNU Kabupaten Pekalongan belum menetapkan sikap ataupun menentukan siapa yang akan diusung,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa PCNU Kabupaten Pekalongan telah menggelar rapat pada Selasa (21/7/2026) untuk membahas berbagai perkembangan menjelang Muktamar. Dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa proses pencalonan masih sangat dinamis karena berbagai ketentuan yang berkaitan dengan mekanisme pencalonan juga masih terus dibahas oleh panitia muktamar.

Kyai Tikror menambahkan, hingga saat ini PCNU Kabupaten Pekalongan juga menerima undangan silaturahmi dari sejumlah tokoh yang disebut sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU, di antaranya Gus Yusuf dari Magelang, Gus Kikin, Gus Ipul, dan Gus Rozin. Menurutnya, berbagai pertemuan tersebut masih sebatas komunikasi dan penjajakan sehingga belum dapat dimaknai sebagai bentuk dukungan resmi dari PCNU Kabupaten Pekalongan.

“Masih banyak perkembangan yang harus dicermati. Semua masih dalam tahap penjajakan sehingga belum ada keputusan final. Kami berharap seluruh warga NU dapat menyikapi dinamika ini dengan bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut,Kyai Tikror juga menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan dukungan bagi warga Nahdliyin yang ingin ikut memeriahkan Muktamar NU. Rencananya, PCNU akan menyediakan dua unit bus yang diperuntukkan bagi para penggembira dari unsur MWCNU maupun lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Pekalongan.

“Insyaallah kami akan menyiapkan dua bus bagi para penggembira, khususnya dari unsur MWC dan lembaga. Mohon nanti menunggu informasi dan undangan resmi dari PCNU Kabupaten Pekalongan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk tidak hanya mempersiapkan diri secara organisatoris, tetapi juga memperkuat ikhtiar spiritual melalui mujahadah dan istighotsah. Menurutnya, doa bersama menjadi bagian penting dalam mengiringi suksesnya penyelenggaraan Muktamar.

“PCNU Kabupaten Pekalongan menginstruksikan kepada seluruh warga NU agar memperbanyak mujahadah dan istighotsah. Harapan kita bersama, Muktamar berlangsung dengan aman, kondusif, penuh kegembiraan, dan tetap mencerminkan karakter Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah, bukan organisasi politik praktis,” tuturnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Paninggaran, Kyai Fazali, selaku sohibul bait menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para kiai, masyayikh, serta seluruh pengurus NU dari berbagai tingkatan yang telah berkenan hadir di Pondok Pesantren Roudlatul Huffadz Al-Banani.

Ia berharap kegiatan Ngaji Bareng Kitab At-Tibyan dapat terus menjadi media mempererat ukhuwah nahdliyah sekaligus memperkokoh semangat menghidupkan tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para kiai dan masyayikh se-Kabupaten Pekalongan di Pondok Pesantren Roudlatul Huffadz Winduaji. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, semakin menguatkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di wilayah Paninggaran khususnya, serta menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” ungkap Kyai Fazali.

Melalui kegiatan rutin Ngaji Bareng Kitab At-Tibyan, PCNU Kabupaten Pekalongan terus berupaya menjaga tradisi keilmuan, mempererat konsolidasi organisasi, sekaligus memperkuat persatuan warga Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai agenda strategis organisasi. Semangat belajar dari warisan pemikiran Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari diharapkan menjadi bekal bagi seluruh pengurus dan warga NU untuk terus menjaga khidmah, persaudaraan, serta kemaslahatan umat.

Pewarta: Syaikhul Alim

Views: 19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini