Pekalongan, NU Kota Santri – Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd.I., menegaskan pentingnya penguatan kapasitas jurnalistik bagi para pendidik agar prestasi dan keunggulan madrasah dapat dikenal luas oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Jurnalistik bagi Guru dan Tenaga Kependidikan MI se-Kabupaten Pekalongan di Hotel Dafam, Kota Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Daenuri mengapresiasi capaian luar biasa peserta didik pada ajang Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV 2026, di mana Kabupaten Pekalongan berhasil memboyong 18 emas jenjang MI, 5 emas jenjang MTs, dan 1 emas jenjang MA.
“Alhamdulillah, raihan prestasi ini diharapkan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Prestasi tidak hanya datang dari para murid, tetapi juga gurunya, khususnya dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik agar madrasah semakin dikenal luas,” ujar Daenuri.
Pelatihan yang diselenggarakan LP Ma’arif NU Bidang MI PCNU Kabupaten Pekalongan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Lahir (Harlah) ke-97 LP Ma’arif NU. Kegiatan yang mengusung tema “Guru Menulis, Madrasah Berkisah: Membangun Branding Madrasah Melalui Jurnalisme dan Publikasi Digital” ini diikuti 107 peserta. Kegiatan ini bertujuan agar madrasah di lingkungan NU tidak tertinggal dari lembaga lain dalam pemanfaatan media dan publikasi.
Ketua Panitia, Riza Ismail, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata kemeriahan Harlah ke-97. “Harapannya, para peserta dapat menimba manfaat sebanyak-banyaknya,” tuturnya.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta pukul 07.30 WIB dan pembukaan resmi pukul 08.00 WIB. Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ma’arif, serta Mars Syubbanul Wathan, lalu dilanjutkan sambutan-sambutan dan doa penutup.
Sesi materi diawali oleh Zaimuddin Ahya’, M.Ag. (Founder Takselesai) yang memaparkan topik Branding Madrasah: Menjabarkan Potensi dan Prestasi Madrasah. Ia menekankan pentingnya branding untuk memperkenalkan keunggulan madrasah, mulai dari guru hebat, siswa berprestasi, program unggulan, alumni sukses, hingga tradisi khas madrasah.
Usai materi pembuka, para peserta dibagi ke dalam tiga ruangan (Ruang A, B, dan C) untuk mendalami materi teknis bersama jajaran narasumber ahli, di antaranya Lukman Hakim (NU Online Jateng), Khairul Anwar (Sekretaris LTNNU Kab. Pekalongan), M. Syaikhul Alim (Ketua LTNNU Kab. Pekalongan), serta Bagus Pamuji, M. Syaifuddin, dan Muslikhul Ibad (Anggota LTNNU Kab. Pekalongan).
Materi teknis yang disampaikan meliputi:
- Dasar dan Etika Jurnalistik, yang menekankan pentingnya verifikasi, riset, dan kecermatan fakta sebelum berita dipublikasikan.
- Fotografi dan Videografi Jurnalistik, yang menjelaskan penyesuaian format dokumentasi visual; bentuk portrait untuk platform seperti Instagram dan TikTok, serta bentuk landscape untuk media berita online dan YouTube.
- Teknik Reportase dan Penulisan Berita, yang mengulas teknik wawancara dan observasi guna mengumpulkan data serta fakta lapangan.
Sebagai penutup, M. Syaikhul Alim, M.Si., dan Khairul Anwar, M.E. memimpin sesi Praktik Membuat Berita, di mana seluruh peserta diminta langsung menyusun satu karya jurnalistik berdasarkan fakta riil.
Melalui pelatihan ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan berharap dapat melahirkan jurnalis-jurnalis baru dari lingkungan madrasah yang terus aktif berkontribusi mendokumentasikan dan mempublikasikan narasi-narasi positif NU secara berkelanjutan.
Kontributor: Yulia Ismawati
Editor: K. Anwar
Views: 34








