
Pekalongan, NU Kota Santri — Di tengah derasnya arus informasi digital, madrasah tidak cukup hanya memiliki segudang prestasi dan program unggulan. Semua capaian tersebut perlu diceritakan kepada publik melalui informasi yang menarik, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semangat itulah yang dibawa MI Salafiyah Tanjung Kecamatan Tirto saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik bagi Guru dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pekalongan di Hotel Dafam Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).
Bagi MI Salafiyah Tanjung, keikutsertaan dalam pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kehadiran madrasah di ruang publik dan ruang digital.
Perwakilan MI Salafiyah Tanjung, Nichlatul Zulfa Maharani, S.Pd., mengaku kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam kemampuan jurnalistik.
“Kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi saya pribadi untuk memperdalam ilmu jurnalistik. Ini adalah kali kedua saya mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh LTNNU Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik menjadi kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan saat ini. Berbagai kegiatan, prestasi siswa, inovasi guru, maupun program unggulan madrasah akan memiliki dampak yang lebih luas apabila dikemas dan dipublikasikan dengan baik.
Ketua LP Ma’arif NU Bidang MI PCNU Kabupaten Pekalongan, Riza Ismail, S.Pd.I., menegaskan bahwa madrasah harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam cara berkomunikasi dengan masyarakat.
“Madrasah tidak cukup hanya memiliki program dan prestasi yang baik, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan dan mempublikasikannya dengan baik. Melalui publikasi digital, kita dapat membangun branding terbaik madrasah sehingga masyarakat mengetahui berbagai prestasi, kegiatan, dan keunggulan yang dimiliki madrasah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perkembangan media digital harus menjadi peluang yang dimanfaatkan secara positif oleh lembaga pendidikan. Setiap aktivitas positif yang dilakukan madrasah perlu didokumentasikan dan disebarluaskan secara menarik, informatif, serta bertanggung jawab.
Di tengah derasnya informasi di media sosial, publikasi digital juga memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar promosi lembaga. Publikasi yang baik dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang benar sekaligus menangkal hoaks dan berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut semakin relevan ketika madrasah memiliki banyak cerita positif yang selama ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat.
Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik dan publikasi digital, madrasah diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai tasawuf dan i’tidal: menyampaikan informasi secara santun, seimbang, tidak berlebihan, tidak memanipulasi fakta, serta selalu berpegang pada prinsip tabayyun.
Bagi MI Salafiyah Tanjung, pelatihan ini menjadi bekal penting untuk membangun ekosistem publikasi madrasah yang kreatif, informatif, edukatif, dan berintegritas.
Ke depan, setiap prestasi siswa, inovasi guru, kegiatan keagamaan, program pendidikan, hingga aktivitas sosial dapat menjadi cerita positif yang layak diketahui masyarakat luas.
Dengan kemampuan jurnalistik yang semakin berkembang, MI Salafiyah Tanjung berkomitmen untuk tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang menjalankan berbagai program positif, tetapi juga mampu menghadirkan cerita-cerita inspiratif kepada masyarakat melalui media digital.
Madrasah pun tidak lagi hanya dikenal dari gedung dan ruang kelasnya, melainkan juga dari gagasan, prestasi, serta nilai-nilai baik yang disebarkannya.
Kontributor: Rani
Editor: K. Anwar
Views: 19







