Beranda Warta Dukung Program Pesantren Hijau, LPBI NU Pekalongan Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Dukung Program Pesantren Hijau, LPBI NU Pekalongan Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

554
0
Dokumentasi: LTNNU Kabupaten Pekalongan

Kedungwuni, nukotasantri – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan Pembuatan Pupuk Organik yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitul Muqoddas Kranji Kedungwuni sebagai Piloting Project Program Pesantren Hijau binaan LPBINU.

Ketua LPBINU Kabupaten Pekalongan, Muhammad Eko Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at (11/10/2024) ini merupakan keberlanjutan dan implementasi program pesantren hijau yang digagas LPBINU Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu strategi mitigasi bencana.

“Kegiatan ini mengangkat tema pemanfaatan sampah dan limbah kandang menjadi pupuk organik sebagai Upaya mendukung program pesantren hijau. Kami berharap pelatihan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas teknis mengenai pembuatan pupuk organik yang merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan limbah ternak tepat guna”jelasnya.

Menurutnya, melihat perkembangan dunia pangan khususnya produk pertanian dan Perkebunan di masa kini, sudah menjadi keharusan apabila pertanian/perkebunan dilaksanakan secara organik. Potensi mengembangkan pertanian organik di Indonesia pun terbilang sangat terbuka lebar, hal ini karena tersedianya berbagai unsur tanaman yang berfungsi sebagai pupuk organik

Sementara itu, Muhammad Nizar, fasilitator pelatihan ini mengungkapkan, Pupuk organik sudah tidak asing lagi bagi petani-petani di Indonesia. Pada era pertanian klasik pupuk organik yang biasanya terbuat dari kotoran hewan maupun sisa-sisa tumbuhan yang telah membusuk digunakan sebagai bahan andalan penyubur tanaman. Seiring dengan maraknya penggunaan pupuk kimia keberadaan pupuk organik pun mulai ditinggalkan oleh para petani. Saat ini dengan meningkatnya kesadaran pentingnya produk pangan yang sehat pemanfaatan pupuk organik mulai banyak dicanangkan kembali sekaligus menjadi solusi permasalahan kelangkaan pupuk yang sering dihadapi petani.

M. Nizar menekankan kepada seluruh peserta agar selalu memanfaatkan limbah peternakan sebaik dan seoptimal mungkin dikarenakan hal ini mampu menekan biaya produksi jangka panjang. Selain itu, penggunaan pupuk organik mampu menjaga struktur tanah agar tetap subur sehingga mampu merangsang pertumbuhan tanaman.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan pupuk secara langsung bersama Fasilitator dan seluruh peserta para santri Pondok Pesantren Baitul Muqoddas yang terlibat aktif dalam proses pembuatan pupuk mulai dari persiapan alat dan bahan dan pencampuran bahan.

KH. Tajuddin Shorih, pengasuh Pondok Pesantren Baitul Muqoddas menyambut baik program LPBINU ini. “Program pelatihan ini sangat bagus dan Insya Allah bermanfaat, terutama untuk mendukung program pesantren hijau yang sudah dilaunching beberapa waktu yang lalu. Para santri tampaknya sangat antusias dan aktif mengikutinya” ungkapnya.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 47

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini