Pekalongan, NU Kota Santri. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan menyampaikan dukungan kepada kepolisian Republik Indonesia guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Dukungan ini disampaikan langsung Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori kepada Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pekalongan AKBP. Doni Prakoso Widamanto, S,I.K di Mapolres Pekalongan, Jalan Rinjani No 1 Kajen Pekalongan, Selasa (01/10/2024).
Kyai Muslikh mengungkapkan bahwa Rapat Pleno Pengurus Harian Syuriah dan Pengurus Harian Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan pada tanggal 26 September 2024 meneguhkan kembali keputusan Muktamar ke 28 NU tahun 1989 tentang Sembilan Pedoman Berpolitik NU.
“Pilkada serentak tahun 2024 merupakan sarana memilih pemimpin daerah secara demokratis, oleh karenanya hak-hak masyarakat untuk memilih pemimpinnya tersebut perlu mendapatkan jaminan keadilan dan kebebasan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku” jelasnya.
Selain itu, menurutnya pada Pilkada Serentak tahun 2024, warga NU untuk lebih mengedepankan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan warga NU untuk menyadari hak, kewajiban dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan masyarakat Bersama.
Ditambahkannya, di dalam Pilkada perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadhu’ dan saling menghargai satu sama lain, sehingga dalam berpolitik itu tetap dijaga persatuan dan kesatuan di lingkungan antar warga masyarakat sekitarnya.
“Penting untuk diperhatikan, warga masyarakat tidak dibenarkan menggunakan simbol-simbol NU dan fasilitas-fasilitas milik NU untuk kepentingan dukung mendukung calon tertentu dalam Pilkada Serentak tahun 2024” tegasnya.
Kyai Muslikh juga mengimbau setiap warga masyarakat harus menghargai dan menghormati proses demokrasi, dan hasil Pilkada Serentak 2024 yang didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku,
“Siapapun yang terpilih sebagai pemimpin daerah secara demokratis melalui Pilkada Serentak tahun 2024 ini berkewajiban untuk mengayomi dan melindungi semua warga masyarakat tanpa terkecuali” tandasnya.
Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto, S.I.K menyampaikan terima kasih atas dukungan Nahdlatul Ulama terhadap Polri guna menciptakan keamanan, ketertiban Masyarakat terutama jelang Pilkada serentak.
“Kami menyambut baik dukungan dari PCNU Kabupaten Pekalongan dan semoga PCNU dapat terus bersinergi dengan kepolisian dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pekalongan”
Kapolres menegaskan, pihaknya akan berupaya secara maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada 2024.
Sebagai kesiapan menghadapi pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Kepolisian Resor Pekalongan telah menggelar latihan sispamkota (Sistem Pengamanan dalam Kota) guna menciptakan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Pekalongan selama gelaran Pemilihan Gubernur Jateng nanti.
“Ini merupakan satu bagian penting dari antisipasi gangguan kamtibmas dan untuk memantapkan kesiapan personel Polri dalam mengamankan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Selain itu, latihan tersebut juga bertujuan supaya para personel Polri tetap terlatih sehingga saat dibutuhkan sudah dalam kondisi siap siaga” ujarnya.
Turut serta dalam rombongan PCNU Kabupaten Pekalongan, Rais Syuriyah KH. Baihaqi Anwar, Katib Syuriyah, KH. Ahmad Muzaki dan Sekretaris PCNU, H. Lukman Hakim, serta Ketua KBIHU An-Nahdliyyah H. Mansur Ahmad.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 104








