
Karangdadap, nukotasantri.or.id —Tragedi laka air yang terjadi di Kali Kupang, Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berujung duka. Korban, seorang pria bernama Rasmadi (58), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Minggu (5/1/2025), setelah upaya pencarian yang intensif oleh tim SAR selama empat hari.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (2/1/2025), saat Rasmadi dilaporkan hanyut terbawa arus deras di Kali Kupang. Kabar tersebut memicu tanggap darurat dari berbagai pihak, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) LPBI PCNU Kabupaten Pekalongan, relawan NU, dan Tim SAR gabungan. “Kami langsung bergerak melakukan penyisiran di sepanjang aliran Kali Kupang hingga ke wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi korban tersangkut,” ungkap Ketua LPBI PCNU Kabupaten Pekalongan, M. Eko Prasetyo.

Pencarian yang dilakukan tidaklah mudah. Kondisi medan yang sulit, ditambah arus sungai yang deras, menjadi tantangan besar bagi tim pencari. Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, pada hari keempat operasi, tepatnya Ahad pagi, korban berhasil ditemukan di wilayah Kebondalem, Kecamatan Karangdadap. “Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Seluruh proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk menghormati jenazah korban,” jelas Eko.
Operasi pencarian ini melibatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Ketua MWC NU Karangdadap, Kyai M. Furqon Al Khakim. Biaya operasional SAR sebagian besar dibackup oleh UPZIS LAZISNU Karangdadap, yang turut membantu kelancaran kegiatan. “Kami mengapresiasi semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara material maupun moril, selama proses pencarian ini berlangsung,” tambah Eko.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Seluruh relawan yang terlibat kini telah ditarik kembali ke markas masing-masing. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bapak Rasmadi. Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar salah satu relawan NU di lokasi kejadian.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di area sungai, terutama saat musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Pemerintah dan relawan berharap agar insiden serupa dapat dicegah melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan mitigasi bencana.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah menerima jenazah untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Pangkah. Suasana haru mengiringi proses pemakaman, yang dihadiri oleh kerabat, tetangga, dan para relawan yang sebelumnya terlibat dalam operasi pencarian.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 163







