Beranda Warta MWCNU Kajen Perkuat Silaturahmi dan Akidah Lewat Naharul Ijtima’

MWCNU Kajen Perkuat Silaturahmi dan Akidah Lewat Naharul Ijtima’

216
0
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Baihaqi Anwar menyampaikan Tausiyah dalam kegiatan Naharul Ijtima' MWCNU Kajen di SMK Ma'arif NU Kajen, Jumat (14/02/2025) (Dok. LTNNU)

Kajen, nukotasantri.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kajen kembali menggelar kegiatan rutin Naharul Ijtima’ di SMK Ma’arif NU Kajen, Jalan Pahlawan Rowolaku, Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat Pahing. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus NU, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin di Kecamatan Kajen.

Ketua MWCNU Kajen, Drs. KH. Busaeri, MH., dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukurnya atas kemajuan dan perkembangan yang telah dicapai oleh MWCNU Kajen. Ia menyoroti peningkatan signifikan di bidang pendidikan dengan berkembangnya berbagai sekolah dan madrasah berbasis Nahdlatul Ulama. “Sebagai Nahdliyin, kita harus memperhatikan pendidikan anak-anak kita. Jangan sampai salah memasukkan mereka ke lembaga pendidikan di luar NU, karena ini merupakan bagian dari upaya menjaga akidah serta menjamin keberlangsungan generasi penerus Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kajen,” ungkapnya.

Selain penguatan pendidikan, MWCNU Kajen juga terus menggalakkan kegiatan penguatan akidah dan pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Salah satu upayanya adalah penyelenggaraan Naharul Ijtima’ setiap Jumat Pahing sebagai sarana mempererat silaturahmi di antara warga NU. Di samping itu, jajaran Syuriyah dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kecamatan Kajen secara rutin menggelar kajian Mudzakarah dan Ngaji Bareng Kitab Fathul Muin setiap malam Kamis di Masjid Jami Al-Hasyimi Tanjungkulon.

Dalam tausiyahnya, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Baihaqi Anwar, menekankan pentingnya koherensi dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama. Ia mengutip pesan Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, bahwa koherensi berarti keterhubungan yang erat sehingga segala sesuatu dapat berjalan dengan baik. “Misalnya dalam penanganan bencana longsor dan banjir bandang di Petungkriyono kemarin, koherensi sangat diperlukan. Tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik, sulit untuk memetakan kebutuhan warga terdampak dan memberikan bantuan yang tepat,” jelasnya.

KH. Baihaqi juga mengingatkan bahwa perpecahan dapat merusak sesuatu yang baik, sedangkan persatuan dapat memperkuat sesuatu yang lemah. Ia menegaskan bahwa warga NU yang merupakan mayoritas di Indonesia, dengan jumlah mencapai 56,9% dari total populasi berdasarkan hasil exit poll, memiliki potensi besar untuk menjadi komunitas yang maju jika pendidikan NU dikelola dengan baik. “Dengan jumlah yang besar ini, jika pendidikan NU berjalan dengan optimal, maka kita dapat membangun generasi yang lebih baik dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan Naharul Ijtima’ ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan doa bersama. Para peserta berharap agar kegiatan serupa terus digiatkan demi memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan pemahaman keislaman warga Nahdliyin di Kecamatan Kajen.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 28

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini