
Mekah, nukotasantri.or.id – Sebanyak 345 jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An Nahdliyah Kabupaten Pekalongan kini tengah bersiap menghadapi puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025 atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1446 H.
Jamaah telah berada di Tanah Suci selama 27 hari, sejak kedatangan mereka di Madinah dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Makkah. Selama masa tinggal tersebut, para jamaah telah melaksanakan satu kali umrah wajib dan dua kali umrah sunnah sebagai bagian dari program layanan dan bimbingan ibadah KBIHU An Nahdliyah. Di luar program resmi, sebagian jamaah juga mengikuti program tambahan berupa umrah mandiri yang dipandu langsung oleh para pembimbing.
Koordinator Pembimbing KBIHU An Nahdliyah, KH. M. Nur Alif, menyampaikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan insyaallah siap lahir batin menyongsong puncak ibadah haji. “Alhamdulillah kondisi jamaah sangat baik, semangat mereka luar biasa. Semuanya mengikuti proses bimbingan dengan tertib dan antusias. Kami optimis mereka siap secara mental dan fisik untuk menjalani rangkaian puncak ibadah,” ujarnya dalam rilis resmi yang diterima NU Kota Santri.
Sebagai bagian dari persiapan intensif menjelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), tim pembimbing KBIHU An Nahdliyah menggelar manasik dan pembekalan khusus pada Sabtu, 31 Mei 2025 di aula mushola hotel tempat jamaah menginap. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman jamaah tentang prosesi puncak haji, serta memberikan informasi teknis seputar pergerakan menuju Arafah, pelaksanaan mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina.
Selain itu, tim pembimbing juga telah melakukan survei langsung ke lokasi tenda di Arafah dan Mina bersama petugas dari maktab guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh jamaah. Langkah ini diambil agar segala hal teknis dapat diantisipasi sejak dini dan pelaksanaan ibadah berjalan lancar.
Ketua KBIHU An Nahdliyah, H. Mansur Ahmad, menjelaskan bahwa pemberangkatan jamaah menuju Arafah direncanakan dilakukan pada siang hari Rabu, 4 Juni 2025. “Jamaah akan mulai pergerakan sesuai arahan pemerintah Saudi Arabia dan jadwal dari pihak maktab. Jamaah akan dibimbing dan dikawal penuh oleh pembimbing dari titik keberangkatan hingga pelaksanaan wukuf dan seterusnya,” terangnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Kabupaten Pekalongan, untuk turut mendoakan kelancaran dan keselamatan seluruh jamaah haji, agar dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan sempurna. “Mohon doanya dari seluruh masyarakat, semoga para jamaah haji KBIHU An Nahdliyah diberi kekuatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya.
Puncak ibadah haji merupakan momen yang sangat sakral dan menjadi inti dari seluruh rangkaian manasik. Karenanya, kesiapan menyeluruh dari sisi fisik, mental, dan logistik menjadi perhatian utama. KBIHU An Nahdliyah, sebagai lembaga yang sudah berpengalaman dalam membimbing jamaah, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi dari para jamaah, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat dilaksanakan dengan lancar dan penuh keberkahan.
Kontributor: Murtadlo
Editor: Syaikhul Alim
Views: 261







