Beranda Warta Tasyakuran Jamaah Haji KBIHU An Nahdliyah, Wujud Syukur dan Komitmen Tingkatkan Layanan

Tasyakuran Jamaah Haji KBIHU An Nahdliyah, Wujud Syukur dan Komitmen Tingkatkan Layanan

414
0
KBIHU An Nahdliyah menggelar Acara Tasyakuran Jamaah Haji sebagai kegiatan penutup rangkaian ibadah Haji Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan pada Kamis (26/6/2025) (Dok. LTNNU)

Kedungwuni, nukotasantri.or.id – Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya rangkaian ibadah haji tahun 2025, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An Nahdliyah menggelar kegiatan tasyakuran pada Kamis (26/6/2025) di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Raya Karangdowo No. 9 Kedungwuni. Acara ini sekaligus menjadi penutup program bimbingan manasik yang telah dilaksanakan sejak pra-keberangkatan hingga kepulangan jamaah.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dr. H. Ahmad Farid, M.S.I. yang didampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, H. Asrofi, SE, MM. Turut hadir pula Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, Ketua PCNU Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I beserta jajaran pengurus, serta para pengurus KBIHU An Nahdliyah dan pimpinan badan otonom NU se-Kabupaten Pekalongan.

Koordinator Tim Pembimbing KBIHU An Nahdliyah, KH. Nur Alif Wasnadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas selesainya tugas mulia mendampingi jamaah dalam menjalankan rukun Islam kelima. Ia menegaskan bahwa meski berbagai tantangan dihadapi selama proses pelaksanaan ibadah haji, seluruh jamaah KBIHU An Nahdliyah dapat menyelesaikan rangkaian ibadahnya dengan baik.

“Kami bersyukur atas selesainya amanat dari PCNU dan KBIHU An Nahdliyah. Meski banyak dinamika di lapangan, namun jamaah tetap semangat dan menjalankan ibadah dengan lancar. Kami harap pasca-haji ini, jamaah tetap menjaga silaturahmi, peduli terhadap lingkungan, serta menjaga kemabruran hajinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KBIHU An Nahdliyah, H. Mansur Ahmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, tasyakuran ini menjadi momen penting untuk menutup program haji tahun ini sekaligus memulai evaluasi dan perencanaan manasik haji tahun mendatang.

“Kegiatan ini bukan akhir, tetapi awal dari ikhtiar kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada musim haji berikutnya,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dr. H. Ahmad Farid, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara Kemenag dan KBIHU dalam melayani jamaah haji. Ia menilai bahwa peran KBIHU sangat strategis dalam menyiapkan jamaah baik secara ilmu maupun mental.

“Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendiri. Kami harus terus membangun kolaborasi dengan KBIHU agar pelayanan kepada jamaah haji semakin optimal. Kami mengapresiasi dedikasi KBIHU An Nahdliyah yang telah mendampingi jamaah dari awal manasik hingga kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Lukman Hakim mewakili PCNU Kabupaten Pekalongan menyampaikan pesan agar KBIHU An Nahdliyah senantiasa siap menghadapi tantangan baru di setiap musim haji. Ia menekankan bahwa kesiapan dan kesigapan dalam pelayanan menjadi kunci sukses dalam membina jamaah.

“Kami berharap KBIHU An Nahdliyah terus melakukan peningkatan kualitas, baik dari sisi pembimbing, materi, maupun pendekatan kepada jamaah,” ucapnya.

Suasana tasyakuran menjadi semakin khidmat ketika salah satu perwakilan jamaah, H. Kuswantoro, diberi kesempatan menyampaikan testimoni. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat menjalankan ibadah haji bersama KBIHU An Nahdliyah yang dinilainya memberikan bimbingan yang maksimal dan penuh perhatian.

Sebagai bagian dari rasa syukur dan komitmen untuk mendukung perjuangan organisasi, pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan kontribusi dari jamaah haji kepada PCNU Kabupaten Pekalongan dan seluruh badan otonom NU. Dana kontribusi tersebut berasal dari pengelolaan dana manfaat serta sedekah dari jamaah, dengan rincian: Rp139.250.000 untuk PCNU, Rp34.200.000 untuk MWCNU, dan Rp89.100.000 untuk badan otonom NU.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Tasyakuran ini menjadi momentum penting tidak hanya sebagai wujud syukur, tetapi juga sebagai titik awal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji oleh KBIHU An Nahdliyah Kabupaten Pekalongan.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 134

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini