Beranda Warta Ribuan Santri Meriahkan Karnaval Budaya Puncak Hari Santri Nasional di Pekalongan

Ribuan Santri Meriahkan Karnaval Budaya Puncak Hari Santri Nasional di Pekalongan

367
0
Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan tengah memberikan sambutan pada pembukaan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025 tingkat PCNU Kabupaten Pekalongan (Dok. LTNNU)

Kedungwuni, nukotasantri.or.id – Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan dari eks Kawedanan Kedungwuni hingga Lapangan Bebekan, Kedungwuni, Ahad (26/10/2025). Mereka antusias menyaksikan Karnaval Budaya yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan.

Acara yang digelar dengan penuh semangat kebersamaan itu menampilkan beragam kreasi budaya dari para santri dan pelajar madrasah. Kostum unik, kesenian tradisional, hingga atraksi kreatif mewarnai jalannya karnaval yang berlangsung meriah sejak pagi. Sorak-sorai penonton dan tabuhan musik tradisional menambah semarak suasana, menjadikan kegiatan ini sebagai pesta budaya yang ditunggu-tunggu masyarakat.

Sebanyak 52 kontingen ambil bagian dalam perhelatan akbar ini, terdiri dari 26 kontingen Pondok Pesantren, 16 kontingen Satuan Pendidikan di bawah LP Ma’arif NU, dan 10 kontingen dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Para peserta datang dari dua arah berbeda, yaitu 18 kontingen dari arah Barat dan 34 kontingen dari arah Timur, menampilkan aneka kreasi seni dan budaya santri yang memukau.

Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan. “Momentum Hari Santri ini harus menjadi pengingat bagi kita semua tentang semangat Resolusi Jihad yang digelorakan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Dari sinilah para santri dan rakyat dulu bangkit mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH. Muslikh mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan akbar tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perhelatan Karnaval Budaya serta berbagai program PCNU Kabupaten Pekalongan. “Kami senantiasa berdoa agar NU semakin berkiprah dan memberi nilai positif di tengah masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, ia berharap melalui kegiatan karnaval budaya ini, para santri dan pelajar madrasah semakin mencintai warisan budaya bangsa dan mampu menumbuhkan kreativitas dalam berkarya. “Kegiatan ini menjadi ruang bagi santri untuk berkreasi sekaligus melestarikan budaya lokal. Inilah wujud nyata santri yang tidak hanya cerdas spiritual, tapi juga kreatif dan berbudaya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, S.S., M.S., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada PCNU Kabupaten Pekalongan. Ia menilai karnaval budaya ini menjadi persembahan istimewa bagi masyarakat dalam memperingati Hari Santri Nasional. “Ini merupakan persembahan dari PCNU Pekalongan untuk seluruh masyarakat. Kami bangga dan mengapresiasi inisiatif luar biasa ini,” jelasnya.

Sukirman juga menyampaikan salam dari Bupati Pekalongan yang tengah menunaikan ibadah umroh. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang digagas masyarakat, terutama yang bernuansa religius dan kebudayaan. “Pemerintah akan terus bersama rakyat dan memberikan pelayanan terbaik. Kegiatan seperti ini pasti kami dukung, apalagi diinisiasi oleh PCNU Kabupaten Pekalongan. Kami akan terus bersinergi dan membangun komunikasi yang baik dengan NU,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati karnaval ini dengan penuh kegembiraan sebagai wujud syukur dan kebanggaan terhadap peran santri di tengah masyarakat. “Mari kita nikmati bersama karnaval budaya ini sebagai persembahan istimewa dari para santri Kabupaten Pekalongan,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, juga diumumkan pemenang lomba Karnaval Budaya Hari Santri Nasional 2025 berdasarkan hasil penilaian dewan juriBERITA ACARA PENILAIAN HSN:

  • Kategori Pondok Pesantren / Madin
    🥇 Juara 1: Nomor urut 31 Ponpes Al Hasyimi Kedungwuni dengan nilai 368,9
    🥈 Juara 2: Nomor urut 17 Ponpes Nurul Huda An Najah Buaran dengan nilai 356,9
    🥉 Juara 3: Nomor urut 8 Ponpes Modern Gondang Wonopringgo dengan nilai 340
  • Kategori Satuan Pendidikan Ma’arif NU
    🥇 Juara 1: Nomor urut 37 SMP NU Karangdadap dengan nilai 309,8
    🥈 Juara 2: Nomor urut 25 SMP Islam Walisongo Kedungwuni dengan nilai 303,6
    🥉 Juara 3: Nomor urut 7 MTs Ma’arif NU Buaran dengan nilai 297,7
  • Kategori MWC NU dan Badan Otonomnya
    🥇 Juara 1: Nomor urut 34 MWCNU Bojong dengan nilai 335,8
    🥈 Juara 2: Nomor urut 36 MWCNU Wiradesa dengan nilai 329
    🥉 Juara 3: Nomor urut 6 MWCNU Wonopringgo dengan nilai 315,6

Karnaval Budaya yang digelar PCNU Kabupaten Pekalongan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa santri tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya dan memperkuat jati diri bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga serta semangat berkontribusi untuk kemajuan daerah dan bangsa.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 156

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini