Beranda Warta Membangun Moderasi Beragama melalui Konten Digital

Membangun Moderasi Beragama melalui Konten Digital

174
0

Surakarta – Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Pekalongan Samsul Bakhri, S.Ag., hadir dalam Workshop Penguatan Moderasi Beragama pada Era Digital yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Mas Said Surakarta di Hotel Lorin Syariah Surakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2025. Acara ini menjadi wadah penting membahas dinamika media sosial dalam konteks moderasi beragama.

Kegiatan ini melibatkan para aktivis, akademisi, dan pegiat moderasi beragama yang berfokus pada bagaimana media sosial menjadi pedang bermata dua—menghadirkan peluang dan sekaligus tantangan dalam konteks keberagamaan.

Dalam sesi workshop tentang penguatan moderasi beragama di era digital, narasumber Ali Formen, M.Ed. menyampaikan bahwa media sosial memiliki dua sisi yang sangat berpengaruh bagi dunia keagamaan dan khususnya moderasi beragama. “Keberadaan konten negatif seperti hate speech di media sosial menjadi salah satu alasan utama perlunya moderasi beragama diperkuat,” tegasnya.

Namun, media sosial juga memberikan kesempatan untuk menyebarkan alternatif wacana keagamaan yang lebih moderat. Ia menegaskan bahwa aktivis dan pegiat moderasi beragama tidak boleh hanya puas dengan pemahaman literasi digital yang paling dasar, yakni sekadar mampu mengakses teknologi dan media digital.

“Lebih dari itu, diperlukan peningkatan kompetensi untuk bisa menghasilkan dan memproduksi konten digital yang berkualitas. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan wacana moderasi beragama dapat semakin berkembang dan tersebar luas secara kuantitas maupun kualitas di platform digital,” tambahnya.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya pengukuran kapasitas literasi digital santri yang merupakan pilar utama dalam moderasi beragama. Survei diperlukan untuk mengetahui sejauh mana santri mampu mengakses, memahami, dan mengevaluasi konten digital, serta kemampuan mereka dalam menciptakan konten yang mendukung nilai-nilai moderasi beragama.

Menurut Samsul, kehadiran Lakpesdam PCNU Kabupaten Pekalongan di acara ini memberikan dukungan nyata terhadap langkah strategis memanfaatkan media sosial sebagai wahana moderasi. Kegiatan ini bermaksud memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi keagamaan, dan akademisi dalam membangun komunitas yang moderat dan harmonis di era digital.

Ia menegaskan pentingnya peran media sosial dalam moderasi beragama. Menurutnya, media sosial tidak hanya menjadi ruang penyebaran dakwah, tetapi juga harus menjadi arena konstruktif untuk menawarkan alternatif wacana keagamaan yang moderat. “Medsos bukan hanya soal bagaimana kita mengakses konten, tapi lebih dari itu, kita harus mampu menghasilkan dan menyebarkan konten yang mengedepankan sikap toleran dan inklusif,” ucapnya.

Pengirim: Naila Farha
Editor: Anwar

Views: 33

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini