Beranda Warta KBIHU An-Nahdliyah Lepas 452 Jamaah Haji Kabupaten Pekalongan, Mohon Doa agar Lancar...

KBIHU An-Nahdliyah Lepas 452 Jamaah Haji Kabupaten Pekalongan, Mohon Doa agar Lancar dan Mabrur

444
0
KBIHU An-Nahdliyyah secara resmi melepas sejulah 452 Jamaah Haji Tahun 2026 untuk berangkat ke tanah suci. Pemberangkatan dilakukan melalui kelompok terbang 12 dan 13 SOC

Kajen, nukotasantri.or.id — Sebanyak 452 jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah KBIHU An-Nahdliyah Kabupaten Pekalongan dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026 M. Keberangkatan para jamaah tersebut akan dilakukan melalui dua kelompok terbang, yakni Kloter 12 dan Kloter 13 SOC.

Pelepasan jamaah haji KBIHU An-Nahdliyah dilaksanakan di Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat, 24 April 2026. Untuk Kloter 12, pelepasan dijadwalkan berlangsung pukul 07.30 WIB. Sementara itu, pelepasan Kloter 13 dijadwalkan pada hari yang sama pukul 11.00 WIB.

Adapun penerbangan jamaah menuju Tanah Suci dijadwalkan pada Sabtu, 25 April 2026. Jamaah Kloter 12 akan terbang pukul 15.30 WIB, sedangkan jamaah Kloter 13 SOC dijadwalkan berangkat pukul 21.00 WIB.

Ketua KBIHU An-Nahdliyah Kabupaten Pekalongan, H. Mansur Ahmad, menyampaikan bahwa keberangkatan jamaah haji tahun ini merupakan momentum penuh syukur sekaligus harapan besar bagi seluruh keluarga besar KBIHU An-Nahdliyah. Menurutnya, perjalanan ibadah haji bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga dukungan doa dari keluarga, para pengurus, pembimbing, serta masyarakat.

“Bismillahirrahmanirrahim, atas limpahan rahmat dan hidayah Allah Swt., kami Pengurus dan Pembimbing Ibadah Haji KBIHU An-Nahdliyah memohon doa dan restu untuk keberangkatan ke Tanah Suci sejumlah 452 jamaah haji KBIHU An-Nahdliyah pada musim haji 1447 H/2026 M,” ujar H. Mansur Ahmad.

Ia berharap seluruh jamaah yang diberangkatkan mendapatkan kelancaran sejak persiapan, perjalanan, pelaksanaan rukun dan wajib haji, hingga kembali ke Tanah Air. Doa dari keluarga besar Nahdlatul Ulama dan masyarakat Kabupaten Pekalongan, kata dia, menjadi bagian penting dari ikhtiar batin agar seluruh jamaah senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt.

H. Mansur juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah membantu proses bimbingan, persiapan, dan pendampingan jamaah. Menurutnya, KBIHU An-Nahdliyah berkomitmen memberikan pelayanan bimbingan ibadah haji secara maksimal agar jamaah dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah dengan baik dan benar sesuai tuntunan syariat.

Keberangkatan 452 jamaah haji KBIHU An-Nahdliyah tahun ini akan didampingi oleh para pembimbing yang telah ditugaskan pada masing-masing kelompok terbang. Kloter 12 akan berada di bawah bimbingan KH. Muchamad Nur Alif. Sementara itu, Kloter 13 SOC akan dibimbing oleh KH. Ishaq Isfiroyini Muhammadun, Lc.

Koordinator Pembimbing Haji KBIHU An-Nahdliyah, KH. Muchamad Nur Alif, menjelaskan bahwa pembagian jamaah ke dalam dua kloter dilakukan untuk menyesuaikan jadwal pemberangkatan dan teknis perjalanan yang telah ditentukan. Dengan adanya pembagian tersebut, proses pendampingan diharapkan berjalan lebih tertib, terarah, dan memudahkan jamaah dalam mengikuti seluruh tahapan perjalanan haji.

Ia menegaskan bahwa para pembimbing akan terus mendampingi jamaah, baik saat pelepasan, pemberangkatan, maupun selama berada di Tanah Suci. Pendampingan tersebut mencakup penguatan pemahaman ibadah, pengaturan teknis perjalanan, serta bantuan bagi jamaah yang membutuhkan arahan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Kami berharap seluruh jamaah selalu menjaga kesehatan, kekompakan, dan kedisiplinan. Perjalanan haji adalah perjalanan ibadah yang membutuhkan kesabaran, ketertiban, serta niat yang tulus semata-mata karena Allah Swt.,” tutur KH. Muchamad Nur Alif.

Menurutnya, para jamaah telah mengikuti proses bimbingan yang diselenggarakan KBIHU An-Nahdliyah. Melalui bimbingan tersebut, jamaah dibekali pengetahuan mengenai manasik haji, tata cara ibadah, adab selama berada di Tanah Suci, serta berbagai hal teknis yang perlu diperhatikan selama perjalanan.

KH. Muchamad Nur Alif juga mengingatkan bahwa kondisi di Tanah Suci tentu berbeda dengan di Tanah Air. Karena itu, jamaah diimbau untuk senantiasa menjaga stamina, memperbanyak istirahat pada waktu yang memungkinkan, memperhatikan arahan petugas dan pembimbing, serta tidak memaksakan diri dalam aktivitas di luar rangkaian ibadah yang telah dijadwalkan.

Selain kesiapan fisik, kesiapan rohani juga menjadi perhatian penting. Jamaah diharapkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga hati selama menjalankan ibadah. Dengan bekal tersebut, perjalanan haji diharapkan menjadi pengalaman spiritual yang bermakna dan membawa perubahan positif setelah kembali ke masyarakat.

Keluarga besar KBIHU An-Nahdliyah juga memohon doa dan restu dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, warga Nahdliyin, keluarga jamaah, serta masyarakat Kabupaten Pekalongan secara umum. Doa tersebut diharapkan menjadi pengiring keberangkatan jamaah agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

“Semoga dengan doa dan restu bapak, ibu, saudara, seluruh keluarga besar KBIHU An-Nahdliyah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, serta masyarakat Kabupaten Pekalongan, semua jamaah haji senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan, serta mendapatkan predikat haji yang mabrur. Amin,” demikian harapan yang disampaikan pengurus dan pembimbing KBIHU An-Nahdliyah.

Keberangkatan ratusan jamaah haji ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar KBIHU An-Nahdliyah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Selain sebagai perjalanan ibadah, keberangkatan haji juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan doa antarwarga.

Dengan pendampingan pembimbing dan dukungan dari berbagai pihak, jamaah haji KBIHU An-Nahdliyah diharapkan dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan. Mereka juga diharapkan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, serta membawa kemabruran yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 266

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini