Beranda Warta RMI PWNU Jateng Dorong Pesantren Perkuat Khidmah Keilmuan dan Kontribusi untuk Negeri...

RMI PWNU Jateng Dorong Pesantren Perkuat Khidmah Keilmuan dan Kontribusi untuk Negeri di Kick Off HSN 2026 Pekalongan

87
0
Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 PCNU Kabupaten Pekalongan ditandai dengan penabuhan rebana di Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah Jetak kidul Wonopringgo Ahad (27/9/2026) (Dok. LTNNU)

WONOPRINGGO, nukotasantri.or.id – Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah KH. Ahmad Fadhlullah Turmudzi menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pesantren, pemerintah, dan berbagai lembaga pendidikan dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan pesantren sekaligus meningkatkan kontribusi santri bagi masyarakat dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 PCNU Kabupaten Pekalongan sekaligus Sambang Pesantren RMI PWNU Jawa Tengah yang berlangsung di Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah Jetakkidul, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Ahmad Fadhlullah mengapresiasi komunikasi dan kerja sama yang telah terbangun antara Kementerian Agama, perguruan tinggi, serta organisasi pesantren dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia santri.

“Kementerian Agama di tingkat Kabupaten/Kota diharapkan memiliki komunikasi dan interaksi yang baik dengan pesantren, serta hadir untuk memfasilitasi kebutuhan pesantren,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada PCNU Kabupaten Pekalongan dan Rektor ITS NU Pekalongan yang telah memberikan ruang bagi santri senior, guru, ustaz-ustazah, serta alumni tingkat Aliyah/SLTA/Pendidikan Diniyah Formal (PDF) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat kompetensi, kualifikasi, dan legitimasi keilmuan pesantren.

KH. Ahmad Fadhlullah menambahkan bahwa Madrasah Diniyah (Madin) memiliki posisi strategis sebagai fondasi keberlangsungan Nahdlatul Ulama. Madin, kata dia, menjadi salah satu sumber utama lahirnya kader-kader pesantren yang menjaga tradisi keilmuan Islam.

“Penguat utama keberlangsungan Nahdlatul Ulama dari tingkat paling bawah adalah madrasah diniyah karena Madin merupakan input utama bagi pondok pesantren,” jelasnya.

Selain itu, dalam program Sambang Pesantren, RMI PWNU Jawa Tengah juga mendorong penguatan komitmen para pengasuh pesantren melalui kegiatan halaqah. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali tujuan awal berdirinya pesantren, yakni mengabdi kepada ilmu dan memberikan manfaat bagi umat.

“Pendirian pesantren semata-mata li khidmatil ‘ilmi li khidmatil ummah,” kata KH. Ahmad Fadhlullah. Ia menegaskan bahwa seluruh tata kelola pesantren dan pengasuhan santri harus dilakukan dengan baik agar mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Dalam bidang peningkatan mutu pesantren, RMI PWNU Jawa Tengah juga memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan, pendidikan Madrasah Diniyah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pesantren. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai pelatihan, termasuk pelatihan musyrif-musyrifah dan pengelolaan media pesantren agar aktivitas pesantren dapat dipublikasikan secara lebih luas.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslikh Khudlori, M.S.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran lebih luas dari sekadar lembaga pendidikan agama. Pesantren, menurutnya, merupakan agen perubahan yang sejak dahulu berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat.

“Pondok pesantren pada dasarnya bukan sekadar tempat mengurai dan mengkaji ilmu-ilmu agama, melainkan lebih mendasar lagi sebagai agent of change (agen perubahan),” ujarnya.

Ia mencontohkan perjuangan KH. Sahal Mahfudz di Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen, Margoyoso, Pati, yang mampu mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi, teknologi tepat guna, dan kesehatan. Menurutnya, pesantren harus mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya.

KH. Muslikh juga berharap RMI Kabupaten Pekalongan yang menaungi sekitar 120 pondok pesantren dapat menjadi wadah konsolidasi untuk meningkatkan tata kelola dan kemajuan pesantren secara bersama-sama. Ia mendorong adanya komunikasi rutin antar pengasuh pesantren melalui wadah informasi dan koordinasi.

Sementara itu, Plt. Kabag Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan Eka Iman Prabawa, M.Si menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Ia mengatakan momentum HSN menjadi kesempatan untuk memperkuat pengakuan terhadap peran pesantren dalam berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, ekonomi, maupun sebagai agen perubahan.

“Peran pesantren tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga sosial, ekonomi, maupun sebagai agen perubahan. Kami berharap rangkaian Hari Santri ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyiratkan peran strategis pesantren dalam menguatkan negeri,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Machin Chudlori, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslikh Khudlori, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan H. Moch. Irkham, Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom, Rektor ITS NU Pekalongan Dr. M. H. Ali Imron, SE, M.Si, jajaran pengurus PCNU, badan otonom NU, para masyayikh pesantren, serta kepala Madrasah Diniyah NU se-Kabupaten Pekalongan.

Setelah acara Kick Off HSN 2026, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai halaqah, mulai dari Halaqah Pengasuh Pesantren, Halaqah Pengurus RMI PCNU dan RMI MWC NU Kabupaten Pekalongan, Halaqah Pengurus Madrasah Diniyah, Halaqah Musyrif-Musyrifah, hingga Halaqah Media Pesantren.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, RMI PWNU Jawa Tengah bersama PCNU Kabupaten Pekalongan berharap pesantren semakin kuat dalam menjaga tradisi keilmuan, meningkatkan kualitas kelembagaan, serta memperluas kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 35

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini