
PEKALONGAN, NU Kota Santri – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan kepala madrasah bertajuk Penguatan Kepala Madrasah dan Branding Sekolah di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kompetensi kepemimpinan, meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, serta membangun citra positif madrasah di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan serta para kepala madrasah tingkat MI, MTs, dan MA di bawah naungan LP Ma’arif NU. Hadir sebagai narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah Dr. Hj. Hidayatun, M.Pd., serta Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. H. Daenuri, M.Pd.I. Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Pekalongan Dr. Nur Koyin, S.Pd.I., M.Pd.
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara LP Ma’arif NU dengan para pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Agama. Menurutnya, sinergi yang selama ini terjalin dengan baik perlu terus diperkuat demi kemajuan lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Daenuri juga menyampaikan bahwa LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan tengah berikhtiar memiliki gedung sekretariat sendiri. Proses persiapan pembangunan tersebut sedang berjalan dan direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan ini. Selain itu, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan juga tengah menyiapkan kegiatan Perkemahan Prestasi Madrasah NU yang direncanakan berlangsung pada Desember mendatang.
Ia berharap seluruh kepala madrasah terus membangun komunikasi dengan pengurus LP Ma’arif NU agar berbagai kebutuhan dan persoalan lembaga pendidikan dapat dicarikan solusi bersama. Menurutnya, sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Daenuri menekankan pentingnya menerapkan prinsip 3P, yaitu Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi, sebagai strategi membangun keunggulan madrasah. Penampilan tidak hanya berkaitan dengan kondisi sarana dan prasarana, tetapi juga mencakup kualitas serta sikap seluruh warga satuan pendidikan. Pelayanan harus diberikan secara optimal kepada masyarakat, khususnya peserta didik dan orang tua, sedangkan prestasi perlu terus dikembangkan melalui capaian akademik maupun nonakademik. Ia mendorong setiap madrasah aktif mengikuti berbagai kompetisi sesuai potensi yang dimiliki untuk mengembangkan kemampuan peserta didik sekaligus menunjukkan kualitas lembaga kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I., menyoroti besarnya potensi pendidikan madrasah di Kabupaten Pekalongan. Dalam paparannya, ia menyampaikan data peserta didik yang terdiri atas 544.633 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 12.228 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 3.497 siswa Madrasah Aliyah (MA). Ia juga menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen siswa MI berada di bawah naungan LP Ma’arif NU.
Dari sisi sumber daya manusia, Irkham memaparkan terdapat 1.567 guru MI, 752 guru MTs, dan 299 guru MA di lingkungan LP Ma’arif NU. Besarnya jumlah peserta didik dan tenaga pendidik tersebut merupakan potensi strategis yang perlu dikelola secara profesional agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Irkham juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menghibahkan tanah di belakang lokasi kegiatan untuk pembangunan gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Sebagai salah satu gagasan untuk mendukung pembiayaan pembangunan tersebut, ia mengusulkan gerakan infak sebesar Rp1.000 per minggu dari siswa MI. Gagasan ini disampaikan sebagai bentuk partisipasi bersama dalam memperkuat sarana kelembagaan LP Ma’arif NU.
Selain menyoroti pengembangan organisasi, Irkham menekankan pentingnya komitmen nyata terhadap LP Ma’arif NU. Menurutnya, kecintaan terhadap organisasi tidak cukup diwujudkan melalui ikatan kultural atau perasaan semata, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata dalam mendukung program-program organisasi. Ia mengingatkan bahwa keimanan mencakup tasdiqun bil qalbi (membenarkan dalam hati), iqrarun bil lisan (mengucapkan dengan lisan), dan amalun bil arkan (mewujudkan dalam perbuatan).
Dalam aspek kepemimpinan, Irkham mengingatkan kepala madrasah agar menjalankan fungsi manajerial secara objektif, mulai dari perencanaan program, pengelolaan sumber daya manusia, pemenuhan sarana prasarana, hingga evaluasi kegiatan. Kepala madrasah juga harus mampu menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan lembaga, membangun suasana kerja yang harmonis, serta menerapkan manajemen terbuka melalui komunikasi dan penyampaian informasi secara transparan. Ia turut menekankan pentingnya akhlakul karimah, keteladanan di masyarakat, kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial, serta ketertiban administrasi dan tata persuratan sesuai ketentuan kelembagaan.
Adapun Dr. Hj. Hidayatun, M.Pd., Wakil Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah, menyampaikan materi tentang branding madrasah. Ia menekankan bahwa penguatan citra lembaga harus dibangun berdasarkan mutu dan kekhasan yang benar-benar dimiliki satuan pendidikan, bukan sekadar tampilan luar atau promosi.
Hidayatun mengajak kepala madrasah menyelaraskan visi, misi, tujuan, dan program kegiatan agar menjadi arah pengembangan lembaga yang jelas dan terukur. Madrasah perlu memetakan potensi serta aset yang dimiliki, mulai dari sumber daya manusia, dukungan sosial, lingkungan, sarana prasarana, dan pembiayaan hingga kekuatan nilai agama dan budaya. Potensi tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi program unggulan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik masing-masing madrasah.
Menurutnya, penguatan branding dapat dilakukan melalui pengembangan bidang keagamaan, akademik, dan nonakademik, dengan tetap memperhatikan kualitas pembelajaran, pelayanan, prestasi, serta komunikasi dengan masyarakat. Seluruh program harus diarahkan pada pencapaian visi lembaga dan keberhasilan peserta didik.

Melalui kegiatan pembinaan ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan berharap para kepala madrasah semakin kuat dalam menjalankan kepemimpinan, membangun tata kelola yang profesional, serta mengembangkan identitas dan keunggulan lembaga. Dengan komunikasi, kolaborasi, dan komitmen bersama, madrasah di lingkungan LP Ma’arif NU diharapkan semakin dipercaya masyarakat dan mampu menghasilkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 8







