Beranda Warta Puncak Hari Santri 2026: LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Serahkan Hadiah Lomba...

Puncak Hari Santri 2026: LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Serahkan Hadiah Lomba Jurnalistik untuk Pemenang Branding Madrasah

11
0
Pemenang Lomba Penulisan berita LP Ma'arif NU Kabupaten Pekalongan tengah berfoto bersama saat penyerahan hadiah lomba pada Senin (19/10/2026) di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan (Dok LTNNU)

PEKALONGAN, nukotasantri.or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan menyerahkan hadiah Lomba Penulisan Berita Madrasah Tahun 2026. Momentum penyerahan penghargaan ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kepala Madrasah yang berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian strategis dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus mempertegas komitmen digitalisasi madrasah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Penyerahan hadiah dilakukan secara langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan H. Moh Irkham, S.Ag., M.Pd.I, Wakil Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah Dr. Hj. Hidayatun, M.Pd., serta Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Drs. H. Daenuri, M.Pd.I. Para pemenang yang terdiri dari para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tersebut menerima apresiasi berupa trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebagai wujud penghargaan atas dedikasi mereka dalam mengabarkan kiprah positif madrasah di era digital.

Lomba penulisan berita yang mengusung tema “Mengabarkan Kiprah Madrasah dan Santri NU di Era Digital” ini merupakan program tindak lanjut dari Pelatihan Jurnalistik untuk Branding Madrasah yang telah sukses dilaksanakan pada 12 September 2026 yang lalu di Hotel Dafam Pekalongan. Melalui kompetisi ini, para guru ditantang untuk mengimplementasikan ilmu jurnalistik yang telah diperoleh guna mendongkrak citra positif institusi pendidikan masing-masing.

Ketua Bidang MI LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Riza Ismail, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan langkah nyata dalam membangun ekosistem literasi digital di lingkungan madrasah. Pihaknya berharap, setelah kompetisi ini selesai, animo para guru untuk menulis tidak boleh surut. Madrasah memiliki segudang prestasi dan cerita inspiratif yang harus diketahui oleh masyarakat luas, dan para gurulah yang menjadi ujung tombak untuk mengabarkan berita baik tersebut demi kemajuan bangsa.

Berdasarkan penilaian Dewan Juri, kompetisi ini memunculkan tiga pemenang utama yang berhasil menyisihkan puluhan artikel dari total 31 peserta yang berpartisipasi. Juara I berhasil diraih oleh Raudhotul Janah dari MI Walisongo Kebonrowopucang dengan skor akhir 159,5 melalui karya jurnalistik yang mendalam berjudul “Membangun Ekoteologi Islam pada Murid MI Walisongo Kebonrowopucang”.

Sementara itu, Juara II disabet oleh Aninditya Rizqy Aida, S.Si dari MI Salafiyah Simbang Kulon 02 dengan perolehan nilai 158,4 lewat tulisan berjudul “MI Salafiyah Simbang Kulon 02 Latih Jurnalis Cilik Digital”. Menyusul di posisi Juara III adalah Sabina Putri Lestari dari MI Salafiyah Sembungjambu yang meraih skor 158,3 dengan judul artikel kreatif “Belajar Makin Seru! MIS Sembungjambu Integrasikan Gamifikasi AI dalam Pembelajaran”. Proses penilaian dilakukan secara objektif dan ketat oleh dua dewan juri ahli, yaitu Khairul Anwar, M.E. dan Moh. Syaifudin, M.Pd.

Koordinator Lomba yang juga menjabat sebagai Ketua LTNNU Kabupaten Pekalongan, M. Syaikhul Alim, memaparkan bahwa seluruh karya yang masuk telah melewati proses kurasi yang cukup ketat. Menurutnya, aspek penilaian tidak hanya menitikberatkan pada ketepatan fakta dan pemenuhan unsur 5W+1H yang berbobot 25 persen, tetapi juga melihat kekuatan angle berita, kualitas lead, struktur, serta penggunaan bahasa jurnalistik yang baku namun tetap populer. Nilai berita (news value) serta estetika foto jurnalistik beserta caption-nya juga menjadi penentu kemenangan yang krusial bagi para peserta.

Syaikhul Alim juga menambahkan bahwa ajang ini membuktikan bahwa guru-guru madrasah di Kabupaten Pekalongan siap bersaing di ruang siber. Esensi utama dari lomba ini adalah membiasakan para guru melakukan liputan langsung berbasis fakta lapangan serta wawancara narasumber secara riil di lingkungan madrasah mereka. Artikel-artikel terpilih tidak hanya berhenti di meja juri, tetapi juga dipublikasikan secara luas melalui media resmi LP Ma’arif NU, situs PCNU Kabupaten Pekalongan, serta berbagai jejaring media mitra untuk memperkuat program branding secara masif.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan, H. Moh Irkham, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif cerdas yang diinisiasi oleh LP Ma’arif NU ini. Ia menegaskan bahwa di era disrupsi informasi seperti sekarang, kemampuan memproduksi berita baik dan menangkal hoaks adalah sebuah keharusan. Penulisan berita yang kreatif mengenai inovasi pembelajaran, seperti integrasi kecerdasan buatan (AI) maupun gerakan kepedulian lingkungan yang ditulis para pemenang, dinilai menjadi bukti konkret bahwa madrasah NU terus bergerak dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Acara penyerahan hadiah berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran pimpinan, dewan juri, serta para guru pemenang lomba. Dengan tuntasnya agenda ini, LP Ma’arif NU bersama LTNNU Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus mengawal dan mendampingi para kontributor madrasah agar konsisten melahirkan produk informasi yang sehat, edukatif, dan inspiratif di masa mendatang.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini