Pekalongan, nukotasantri.or.id – 12 Dzulhijjah 1446 H / 8 Juni 2025. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) PCNU Kabupaten Pekalongan menyampaikan keprihatinan atas masih maraknya penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pelaksanaan ibadah qurban tahun ini.
Berdasarkan pemantauan relawan LPBINU di sejumlah titik lokasi penyembelihan hewan qurban di wilayah Kabupaten Pekalongan, sebagian besar daging qurban masih dibungkus menggunakan kantong plastik hitam. Hal ini dinilai menjadi ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan, mengingat plastik merupakan bahan yang sulit terurai dan dapat mencemari tanah serta sumber air.
Ketua LPBINU PCNU Kabupaten Pekalongan, Muhammad Eko Prasetyo, SE., menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah qurban semestinya tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Kami mengapresiasi semangat umat Islam dalam melaksanakan ibadah qurban. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap dampak lingkungan. Sudah saatnya kita beralih dari plastik sekali pakai ke bahan pembungkus alternatif seperti daun, besek bambu, atau wadah guna ulang,” ujarnya.
LPBINU mendorong para panitia qurban, takmir masjid, hingga komunitas masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum transformasi menuju praktik qurban yang ramah lingkungan. Untuk mendukung hal tersebut, LPBINU menyatakan siap memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada masyarakat.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, LPBINU akan meluncurkan program bertajuk “Qurban Tanpa Sampah”, yang akan melibatkan masjid, pesantren, dan komunitas lokal di wilayah Kabupaten Pekalongan. Program ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam mengurangi dampak sampah plastik pada momen-momen ibadah ke depan.
“Qurban bukan hanya tentang berkurban, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga bumi yang diwariskan kepada generasi selanjutnya,” tutup Eko Prasetyo.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 47








