Beranda Warta Transformasi Digital NU Dimulai, PCNU Pekalongan Sosialisasikan Program Digdaya

Transformasi Digital NU Dimulai, PCNU Pekalongan Sosialisasikan Program Digdaya

990
0
Sekretaris PCNU Kabupaten Pekalongan, H. Lukman Hakim, M.S.I tengah memberikan sosialisasi Program Digdaya NU dihadapan peserta Ngaji Bareng Kitab Attibyan di SMK NU Kesesi, Ahad (8/6/2025) (Dok. LTNNU)

Kesesi, nukotasantri.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar kegiatan “Ngaji Kitab Attibyan” yang kini memasuki putaran ketujuh. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (8/6/2025) bertempat di SMK NU Kesesi, Jl. Raya Kaibahan – Kajen, RT 01 RW 03, Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ngaji bareng ini tidak hanya diisi dengan kajian kitab, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk berbagi informasi strategis, memperkuat koordinasi, serta menggalang konsolidasi antara PCNU dengan seluruh jajaran lembaga dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Pekalongan.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris PCNU Kabupaten Pekalongan, H. Lukman Hakim, M.S.I., menyampaikan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah resmi meluncurkan program “Digdaya Kepengurusan” yang menjadi tonggak baru penguatan organisasi. Menurutnya, istilah digdaya merupakan jargon NU yang bermakna kuat, baik dari sisi jamaah maupun jam’iyah.

“Digdaya juga merupakan akronim dari digitalisasi dan layanan. Maka dari itu, seluruh kegiatan organisasi ke depan harus terdigitalisasi. NU harus benar-benar fokus dalam memberikan layanan nyata kepada umat,” tegas H. Lukman di hadapan peserta yang hadir dari Pengurus PCNU, lembaga NU dan berbagai MWC.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari transformasi digital, PBNU juga telah meluncurkan sistem digdaya persuratan. Inovasi ini memungkinkan proses surat-menyurat dilakukan tanpa dokumen fisik, karena sudah menggunakan barcode untuk tanda tangan digital. Ke depannya, sistem ini akan diterapkan hingga tingkat MWC dan Ranting.

Selain itu, sejak 29 Mei 2025, seluruh kepengurusan dari tingkat PCNU diwajibkan untuk mengisi data pengurus melalui aplikasi khusus, mulai dari unsur mustasyar hingga pengurus harian. Pengajuan Surat Keputusan (SK) kepengurusan juga kini harus memenuhi berbagai persyaratan administratif yang diunggah secara daring, termasuk data diri lengkap dan berita acara persidangan.

Langkah ini, kata H. Lukman, menjadi bagian dari upaya sistematis PBNU untuk melakukan penilaian kinerja secara objektif dan otomatis berdasarkan data aktual yang terverifikasi. Karena itu, ia menegaskan bahwa kesiapan dan kerja keras seluruh pengurus, khususnya di tingkat MWC dan Ranting, sangat dibutuhkan dalam menyongsong era digitalisasi ini.

Lebih lanjut, salah satu syarat mutlak bagi calon pengurus adalah telah lulus Pendidikan Dasar Pengkaderan Kepemimpinan NU (PD-PKPNU) untuk tingkat Ranting dan MWC, serta Pendidikan Menengah Kaderisasi NU (PMKNU) untuk tingkat PCNU.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., dalam sambutannya mengajak seluruh MWCNU agar segera menggelar kegiatan pengkaderan sesuai jenjang, dengan berkoordinasi bersama Tim Kaderisasi PCNU. Menurutnya, penguatan organisasi tidak bisa hanya mengandalkan struktur, tetapi harus ditopang dengan kader yang kompeten dan siap berkhidmat.

“Dengan pengkaderan yang masif dan terstruktur, kita bisa memastikan regenerasi kepengurusan berjalan dengan baik, seiring dengan semangat digitalisasi dan layanan yang digaungkan PBNU,” ungkap Kiai Muslikh.

Kegiatan ngaji dan konsolidasi ini ditutup dengan suasana kebersamaan dan semangat baru dalam membangun kemandirian serta kekuatan organisasi NU di era digital. Seluruh peserta menyambut baik arah baru PCNU Kabupaten Pekalongan yang terus bergerak aktif menyambut perubahan zaman, tanpa meninggalkan khazanah keilmuan dan nilai-nilai tradisi.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 103

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini