Beranda Warta Budaya dan Religi Berpadu di Puncak Hari Santri Nasional MWCNU Buaran 2025

Budaya dan Religi Berpadu di Puncak Hari Santri Nasional MWCNU Buaran 2025

364
0
Resepsi Budaya Jadi Puncak Semarak Hari Santri Nasional MWCNU Buaran 2025

Buaran, nukotasantri.or.id — Suasana khidmat dan semarak mewarnai malam Resepsi Budaya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Buaran yang menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025. Acara bertema “Cakra Wasapa Silon Wono lan Siwego” (Menggapai Manisnya Cinta dengan Agama dan Budaya) ini digelar di Pondok Pesantren Roudlatul Huda, Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, pada Kamis malam (31/10/2025).

Ketua Panitia, Ustadz Syarifuddin, mengungkapkan bahwa Resepsi Budaya menjadi penutup dari serangkaian kegiatan Hari Santri yang telah berlangsung sejak awal Oktober. “Kami ingin menghadirkan sinergi antara nilai keagamaan dan kearifan lokal. Semangat santri harus hidup tidak hanya di pesantren, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Acara malam itu dibuka dengan istighosah dan doa bersama untuk mengenang jasa para pejuang agama dan bangsa. Selanjutnya, para hadirin disuguhkan Kirab Budaya, pagelaran musik religi, wayang santri, serta drama bertema Revolusi Jihad yang membangkitkan semangat kebangsaan.
Menariknya, acara juga dimeriahkan dengan pameran karya ulama Buaran, menampilkan manuskrip, kitab, serta karya intelektual para ulama terdahulu yang menjadi bukti kekayaan tradisi keilmuan Islam di daerah tersebut.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslikh Khudhori, M.Si, Sekretaris PCNU H. Lukman Hakim, serta Sekretaris Kecamatan Buaran Siswo Yuwono, S.IP., M.M.. Turut mendampingi Ketua MWCNU Buaran Kyai M. Isbiq Syatho’ bersama jajaran pengurus dan badan otonom NU se-Kecamatan Buaran.

Dalam sambutannya, Kyai M. Isbiq Syatho’ menegaskan pentingnya keseimbangan antara agama dan budaya dalam kehidupan santri. “Santri harus bisa menjaga tradisi dengan pondasi keimanan yang kuat. NU hadir untuk merawat warisan para wali dan ulama agar tetap lestari di tengah arus modernitas,” tuturnya disambut tepuk tangan para jamaah.

Sebagai penutup, panitia menyerahkan penghargaan dan hadiah lomba Hari Santri Nasional 2025 kepada para peserta terbaik dari berbagai kategori kegiatan yang telah digelar sepanjang bulan Oktober.

Dengan mengusung semangat “Hubbul Wathan Minal Iman” — cinta tanah air bagian dari iman — Resepsi Budaya ini menjadi wujud nyata bagaimana nilai keagamaan dan kebudayaan dapat berpadu indah, memperkuat jati diri santri sekaligus memperkaya kehidupan masyarakat.

Kontributor: Iqbal
Editor: Syaikhul Alim

Views: 38

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini