Beranda Warta Tim Riset UIN Gus Dur Dorong Hilirisasi Mangrove: Olah Mangrove Jadi Dodol...

Tim Riset UIN Gus Dur Dorong Hilirisasi Mangrove: Olah Mangrove Jadi Dodol Bernilai Ekonomi

142
0
Proses pengolahan mangrove menjadi dodol bernilai ekonomi, Ahad (24/5/2026).

Tirto, NU Kota Santri – Asap tipis mengepul dari kompor listrik di kawasan Eduwisata Mangrove Banawa Sekar Mulyo Asri, Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan, Ahad (24/5/2026). Aroma manis perlahan menyebar di tengah semilir angin laut dan rimbun pohon mangrove. Wajan besar terus diaduk tanpa henti. Tangan-tangan warga bergerak dengan sabar. Di tempat itu, mangrove tidak lagi hanya dipahami sebagai penjaga pantai. Ia menjelma menjadi dodol. Menjadi rasa. Menjadi harapan baru bagi ekonomi masyarakat pesisir.

Tim Riset The Mora Air Funds 2026 UIN Gus Dur Pekalongan, Kemenag, dan LPDP, menggelar Program Inovasi dan Hilirisasi Mangrove sebagai bagian dari riset bertajuk Dekolonialisasi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim: Gerakan Perempuan Pesisir Menjaga Tradisi, Ekonomi dan Lingkungan yang Berkelanjutan. Program ini tidak semata-mata bicara konservasi, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengolah kekayaan alam menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan.

Aktivitas yang paling menyita perhatian adalah proses pembuatan dodol mangrove yang difasilitasi langsung oleh Ketua Banawa Sekar, Mas Ridho. Di hadapan peserta, ia memperlihatkan bagaimana buah mangrove dapat diolah menjadi makanan bernilai ekonomi tinggi.

Buah mangrove yang sebelumnya dipetik dari kawasan pesisir terlebih dahulu dibersihkan dan direbus. Setelah itu, buah dihaluskan hingga menjadi adonan lembut. Campuran gula, santan, dan tepung kemudian dimasukkan perlahan ke dalam wajan besar. Proses memasak dilakukan dengan api sedang sambil terus diaduk selama berjam-jam. “Kalau berhenti mengaduk, adonannya bisa gosong. Jadi harus sabar,” ujar Mas Ridho sambil tersenyum dan terus menggerakkan spatula kayunya.

Keringat tampak mengalir di wajah peserta yang mencoba bergantian mengaduk dodol. Namun, suasana justru dipenuhi tawa dan rasa penasaran. Banyak peserta baru pertama kali mengetahui bahwa mangrove bisa diolah menjadi makanan yang legit, nikmat dan menggugah selera.

Menurut Mas Ridho, pengolahan dodol mangrove bukan sekadar inovasi kuliner, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih dekat dengan ekosistem pesisir. “Masyarakat perlu tahu bahwa mangrove punya nilai ekonomi besar. Kalau mangrove dijaga, masyarakat juga bisa hidup,” katanya.

Pernyataan itu sejalan dengan gagasan besar yang dibawa Tim Riset Mora The Air Funds 2026. Ketua tim riset, Prof. Dr. Maghfur Ahmad, dalam pembukaan kegiatan menegaskan bahwa mangrove adalah simbol peradaban pesisir. “Mangrove tidak semata-mata pohon. Mangrove adalah pengetahuan, ideologi, dan sumber kehidupan,” ujarnya.

Di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim yang terus menghantui wilayah pesisir utara Jawa, inovasi pengolahan mangrove menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Mangrove tidak hanya ditanam untuk menahan gelombang laut, tetapi juga diolah menjadi produk kreatif yang mampu meningkatkan ekonomi warga.

Bukan hanya inovasi dodol, peserta juga diajak memproduksi sirup mangrove dan menyaksikan proses eco-print Batik Mangrove. Daun-daun mangrove ditempelkan pada kain putih hingga menghasilkan motif alami yang artistik. Tradisi, lingkungan, dan kreativitas bertemu dalam satu ruang pembelajaran yang hidup.

Fasilitator Mas Tayo dan Mas Hendri turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Mereka membantu menjelaskan proses pengolahan sekaligus membangun suasana yang hangat dan partisipatif.

Program ini menjadi bukti bahwa perubahan besar sering lahir dari tempat-tempat sederhana. Dari pesisir. Dari lumpur. Dari tungku kecil yang terus menyala. Di Mulyorejo, mangrove kini tidak hanya tumbuh di tepi laut. Ia tumbuh di dapur-dapur warga. Di tangan perempuan pesisir, muncul kesadaran baru, bahwa menjaga alam bisa mendayung laju ekonomi keluarga.

Pewarta: Khairul Anwar

Views: 25

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini