Beranda Warta Muslimat NU Kajen Peringati Hari Lansia dengan Senam, Pemeriksaan Kesehatan, dan Penyuluhan...

Muslimat NU Kajen Peringati Hari Lansia dengan Senam, Pemeriksaan Kesehatan, dan Penyuluhan Hidup Bahagia

144
0
Peringatan Hari Lansia yang diperingati oleh PAC Muslimat NU Kajen dengan kegiatan Senam, Pemeriksaan Kesehatan, dan Penyuluhan Hidup Bahagia (Dok. LTNNU Kab. Pekalongan)

KAJEN, Nukotasantri.or.id — Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kajen, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan peringatan Hari Lanjut Usia atau Hari Lansia pada Ahad, 31 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kajen tersebut diikuti sekitar 50 anggota lansia Muslimat NU Kajen dengan rangkaian acara senam bersama, sarapan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, serta motivasi hidup bahagia bagi para lansia.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian Muslimat NU Kajen terhadap kesehatan dan kesejahteraan anggota lanjut usia. Melalui kegiatan tersebut, para lansia tidak hanya diajak menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga memperkuat kesehatan rohani, semangat kebersamaan, serta rasa syukur dalam menjalani masa lanjut usia.

Acara diawali dengan pengarahan dan sambutan Ketua PAC Muslimat NU Kajen, Dra. Hj. Khuzaemah. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, menjaga kesehatan lahir dan batin menjadi hal penting agar para lansia tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari, beribadah, serta berkhidmah kepada masyarakat.

“Kesehatan yang paripurna akan memudahkan seseorang untuk mengamalkan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tutur Dra. Hj. Khuzaemah di hadapan para peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh dan kesehatan pikiran. Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip ungkapan al-‘aqlus salim fi jismis salim, yang berarti akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Karena itu, para anggota Muslimat NU, termasuk para lansia, diharapkan tetap memperhatikan pola hidup sehat, menjaga pikiran tetap positif, serta terus memperkuat ibadah dan hubungan sosial.

Selain memberikan motivasi kesehatan, Dra. Hj. Khuzaemah juga menyampaikan informasi mengenai sejumlah agenda Muslimat NU Kajen yang akan dilaksanakan pada bulan-bulan mendatang. Ia berharap para anggota tetap dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing, sehingga semangat berorganisasi dan berkhidmah melalui Muslimat NU terus terjaga.

Setelah sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama berupa senam peregangan. Senam dilaksanakan dalam dua sesi agar peserta dapat mengikuti gerakan dengan nyaman sesuai kondisi fisik masing-masing. Para lansia tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu secara ringan dan menyenangkan. Suasana kebersamaan terlihat hangat ketika para peserta mengikuti gerakan demi gerakan dengan penuh semangat.

Senam peregangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan peringatan Hari Lansia. Melalui olahraga sederhana, para peserta diajak untuk menjaga kelenturan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membiasakan diri bergerak aktif. Setelah senam, peserta kemudian menikmati sarapan sehat yang telah disediakan panitia. Momen sarapan bersama itu sekaligus menjadi ruang silaturahmi antaranggota Muslimat NU dari berbagai ranting.

Rangkaian acara berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan ini diberikan kepada para peserta sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan lansia. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyuluhan dan bimbingan kesehatan yang disampaikan oleh bidan serta tenaga kesehatan yang juga merupakan anggota Muslimat NU.

Pada sesi pertama, Ibu Dwi Haryani menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Ia menjelaskan bahwa lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bahagia apabila mampu menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik ringan, cukup istirahat, serta rutin memeriksakan kesehatan.

Dalam penyuluhannya, Ibu Dwi Haryani juga memberikan penjelasan mengenai tanda dan gejala diabetes. Materi ini dinilai penting karena lansia termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan tersebut. Ia mengingatkan agar para peserta tidak mengabaikan keluhan tubuh, seperti sering merasa haus, mudah lelah, sering buang air kecil, berat badan menurun tanpa sebab jelas, atau luka yang sulit sembuh.

“Menjaga kesehatan di usia lanjut bukan hanya agar panjang umur, tetapi agar para lansia tetap bisa beraktivitas, beribadah, berkumpul dengan keluarga, dan merasa bahagia,” jelas Ibu Dwi Haryani.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting bagi lansia. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, berbagai risiko penyakit dapat dicegah atau ditangani dengan lebih baik. Ia juga mendorong peserta agar tidak ragu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan.

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Hj. Sulami dengan tema “Lima Cara Menjalani Hidup Bahagia”. Dalam penyampaiannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta agar menjalani masa lansia dengan pikiran positif, hati yang tenang, dan semangat bersyukur. Ia menekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya bersumber dari kondisi fisik, tetapi juga dari kemampuan seseorang menerima keadaan, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan, serta terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibu Hj. Sulami menyampaikan bahwa lansia perlu tetap merasa berharga dan memiliki peran dalam kehidupan sosial. Menurutnya, pengalaman hidup para lansia merupakan bekal berharga yang dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Karena itu, para lansia diharapkan tidak merasa tersisih, tetapi tetap percaya diri, bersemangat, dan terus memberi manfaat sesuai kemampuan masing-masing.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya kuis interaktif dari para pemateri. Para peserta tampak bersemangat menjawab pertanyaan yang diberikan. Kuis tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga cara untuk menguatkan kembali materi kesehatan dan motivasi yang telah disampaikan. Melalui suasana yang ringan dan menyenangkan, pesan-pesan penting tentang hidup sehat dan bahagia dapat diterima dengan lebih mudah oleh peserta.

Panitia juga memberikan penghargaan kepada ranting dengan jumlah peserta terbanyak. Penghargaan tersebut diberikan kepada Ranting Tanjungsari, Pekiringan Alit, dan Kebonagung. Apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan atas semangat ranting-ranting Muslimat NU dalam menggerakkan anggota, khususnya para lansia, untuk hadir dan mengikuti kegiatan bersama.

Kegiatan peringatan Hari Lansia PAC Muslimat NU Kajen kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara sekaligus harapan agar para lansia Muslimat NU Kajen senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan, dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Muslimat NU Kajen berharap para lansia semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik jasmani maupun rohani. Dengan tubuh yang sehat, hati yang kuat, serta semangat beribadah dan berkhidmah kepada masyarakat, para lansia diharapkan mampu menjalani kehidupan yang bermartabat, bahagia, dan penuh manfaat.

Peringatan Hari Lansia ini juga menjadi bukti bahwa Muslimat NU tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan dan sosial, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap kualitas hidup anggotanya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berlanjut, sehingga para lansia Muslimat NU Kajen memiliki ruang untuk bersilaturahmi, belajar, memeriksakan kesehatan, serta saling menguatkan dalam suasana kekeluargaan.

Kontributor: Malichatun, S.Pd

Editor: Syaikhul Alim

Views: 24

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini