Beranda Pendidikan Perkuat Kompetensi Calon Guru, FTIK UIN Gus Dur Kembali Percayakan MI Sullam...

Perkuat Kompetensi Calon Guru, FTIK UIN Gus Dur Kembali Percayakan MI Sullam Taufiq Kajen sebagai Lokasi PLP Terintegrasi KKN

42
0
Penerjunan Mahasiswa PLP FTIK UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan di MI Sullam Taufiq dilaksankan Kamis (16/7/2026) di Aula Madrasah (Dok. LTNNU)

Kajen, nukotasantri.or.id – MI Sullam Taufiq Kajen kembali menjadi mitra Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam penyelenggaraan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Penyerahan mahasiswa peserta PLP berlangsung di Aula MI Sullam Taufiq Kajen pada Kamis (16/07/2026) sebagai tanda dimulainya kegiatan praktik lapangan di madrasah tersebut.

Sebanyak sembilan mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Ibtidaiyah (PGI) akan melaksanakan PLP selama tiga bulan, mulai 15 Juli hingga 15 Oktober 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan PLP kali ini mengadopsi skema baru yang dipadukan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga mahasiswa menjalani proses pembelajaran di sekolah sekaligus pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Aan Fadia Annur, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada MI Sullam Taufiq yang selama ini konsisten menjadi mitra FTIK dalam pelaksanaan praktik lapangan mahasiswa.

Ia menyampaikan bahwa pihak kampus merasa terbantu dengan komitmen MI Sullam Taufiq yang hampir setiap tahun menerima mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan madrasah.

“Alhamdulillah, MI Sullam Taufiq selalu memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk belajar. Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini,” ujarnya.

Aan menjelaskan bahwa perubahan dari skema Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menjadi Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tidak hanya sebatas pergantian istilah. Model baru tersebut dirancang lebih komprehensif karena dikolaborasikan dengan kegiatan KKN.

Selama mengikuti PLP, mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan KKN selama 67 hari. Khusus peserta yang ditempatkan di MI Sullam Taufiq, lokasi KKN berada di Desa Tanjungsari yang masih berada dalam wilayah yang sama dengan madrasah sehingga diharapkan dapat mendukung efektivitas pelaksanaan kedua program.

Lebih lanjut, Aan menerangkan bahwa PLP dibagi ke dalam dua tahapan. Pada tahap pertama, mahasiswa diarahkan untuk mengenal karakteristik lingkungan madrasah, budaya kerja, administrasi, serta sistem pengelolaan lembaga pendidikan. Tahapan ini berlangsung sekitar tiga minggu termasuk penyusunan laporan hasil pengamatan.

Memasuki PLP II, mahasiswa mulai terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Mereka akan melakukan observasi kelas, melaksanakan praktik mengajar dengan pendampingan guru pamong sebanyak empat kali, kemudian melanjutkan praktik mengajar secara mandiri yang diakhiri dengan ujian praktik mengajar.

Menurutnya, keberhasilan mengikuti PLP tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh warga madrasah.

“Bangun komunikasi yang baik, terutama dengan guru pamong. Dengan komunikasi yang baik, proses belajar selama PLP akan berjalan lebih lancar dan memberikan banyak pengalaman berharga,” pesannya kepada para mahasiswa.

Kepala MI Sullam Taufiq Kajen, M. Syaikhul Alim, menyambut hangat kehadiran dosen pembimbing beserta seluruh mahasiswa peserta PLP. Ia menyampaikan bahwa pihak madrasah merasa terhormat kembali dipercaya menjadi tempat praktik mahasiswa FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa PLP tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi dan saling berbagi pengalaman antara dunia kampus dan madrasah.

“Kami siap mendampingi adik-adik mahasiswa selama menjalani PLP. Semoga kesempatan ini menjadi pengalaman berharga yang dapat memperkaya kompetensi sebagai calon guru profesional,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan PLP yang beriringan dengan KKN membutuhkan kesiapan fisik maupun mental. Oleh sebab itu, mahasiswa diminta mampu mengatur waktu secara efektif agar seluruh agenda dapat dijalankan secara maksimal.

Selain disiplin dalam membagi waktu, mahasiswa juga diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalani aktivitas di madrasah maupun di lokasi KKN.

“Manajemen waktu menjadi sangat penting karena kalian memiliki dua tanggung jawab sekaligus. Di samping itu, kesehatan harus tetap dijaga agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan optimal,” pesannya.

Melalui pelaksanaan PLP yang terintegrasi dengan KKN ini, FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap mahasiswa memperoleh pengalaman yang utuh sebagai calon pendidik. Tidak hanya memahami praktik pembelajaran di kelas, mereka juga diharapkan mampu mengenali budaya organisasi madrasah, tata kelola pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat sebagai bagian dari proses pembentukan guru yang profesional, adaptif, dan berkarakter.

Sinergi yang terus terjalin antara FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan MI Sullam Taufiq Kajen diharapkan semakin memperkuat kemitraan dalam menyiapkan sumber daya pendidik yang berkualitas serta mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di masa mendatang.

Pewarta: Kharis Zakariya

Views: 9

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini