Beranda Warta PCNU Pekalongan Tekankan Pentingnya Khidmah dalam Membangun Peradaban Pendidikan

PCNU Pekalongan Tekankan Pentingnya Khidmah dalam Membangun Peradaban Pendidikan

53
0
Doa Bersama dan Perayaan Hari Lahir Ke-97 LP Ma'arif NU digelar di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan, Jumat (18/9/2026) (Dok. LTNNU)

Pekalongan nukotasantri.or.id – Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Kyai Tikror Bukhori mengajak keluarga besar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan semangat khidmah dalam mengabdi melalui jalur pendidikan. Menurutnya, keberkahan dalam perjuangan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan maupun kedudukan seseorang, tetapi lahir dari ketulusan dalam memberikan waktu dan tenaga untuk perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

Pesan tersebut disampaikan Kyai Tikror Bukhori dalam sambutan pada acara Doa Bersama dan Perayaan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan, Jumat (18/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kyai Tikror menjelaskan bahwa hikmah atau pengabdian dapat dilihat melalui dua ranah, yaitu kultural dan struktural. LP Ma’arif NU, menurutnya, menjadi bagian dari khidmah struktural NU yang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

“Dalam harlah ke-97 ini, kami mengucapkan selamat. Semoga LP Ma’arif semakin menginspirasi negeri dan ikut membangun peradaban, khususnya di Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan LP Ma’arif ke depan adalah bagaimana menerjemahkan semangat menginspirasi negeri membangun peradaban dalam bentuk nyata melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan pengabdian di lingkungan sekolah maupun madrasah.

Kyai Tikror juga mengingatkan para pendidik dan pengurus LP Ma’arif agar tidak hanya mengejar prestasi, jabatan, maupun penghormatan sosial. Menurutnya, nilai utama dalam perjuangan NU adalah keberkahan yang diperoleh melalui khidmah.

“Sepintar atau sehebat apa pun, kalau tidak barokah itu percuma. Waktu yang ada kita berikan untuk NU. Kapan NU membutuhkan, kita harus siap,” pesannya.

Ia menambahkan, keberkahan tidak diperoleh semata-mata dari posisi yang disandang seseorang, melainkan dari ketulusan dalam melayani umat. Karena itu, para guru dan pengelola pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif diharapkan tidak merasa cukup dengan status sebagai ustadz atau pendidik, tetapi terus menumbuhkan sikap rendah hati dan semangat pengabdian.

“Kita jangan terlalu bangga dengan posisi sebagai ustadz atau guru. Jangan sampai silau dengan kedudukan yang terhormat. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkhidmah,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan H. Moch. Irkham, S.Ag., M.Pd.I, Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan sekaligus Pembina LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom, Dekan FITK UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., Ketua PC PERGUNU Kabupaten Pekalongan Dr. Nur Anafi, M.Pd.I, para pengurus badan otonom PCNU Kabupaten Pekalongan, pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, serta kepala sekolah dan madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Drs. H. Daenuri, M.Pd.I menyampaikan bahwa usia 97 tahun merupakan fase kedewasaan bagi LP Ma’arif untuk semakin memperkuat kiprah dalam dunia pendidikan. Ia berharap momentum harlah menjadi penguat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

“LP Ma’arif menginjak usia 97 tahun, usia yang cukup dewasa. Harapannya Ma’arif semakin berkiprah dengan meningkatkan kualitas, membangun kerja sama, dan bersinergi dengan pemerintah maupun lembaga lainnya,” ujarnya.

Mengusung tema “Menginspirasi Negeri Membangun Peradaban”, Daenuri berharap LP Ma’arif dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berkarakter, dan memiliki nilai keislaman.

Ia menyampaikan tiga pesan utama dalam momentum harlah ke-97 LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Pertama, meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Menurutnya, berbagai program peningkatan kompetensi telah dilakukan, mulai dari pelatihan pembinaan, diklat kepala madrasah, pelatihan jurnalistik untuk memperkuat branding sekolah/madrasah, hingga pelatihan bahasa Inggris di Pare.

Kedua, memperkuat solidaritas dan kebersamaan antarwarga Ma’arif. Ia mengungkapkan bahwa LP Ma’arif Kabupaten Pekalongan saat ini masih memiliki cita-cita besar untuk memiliki gedung sekretariat sendiri yang representatif.

“Kondisi saat ini LP Ma’arif belum memiliki gedung sekretariat. Kita masih tertinggal dari beberapa daerah lain. Dengan kebersamaan, semoga impian memiliki gedung sekretariat yang baik dapat terwujud,” katanya.

Ketiga, mencetak generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Untuk itu, ia mendorong seluruh satuan pendidikan di bawah LP Ma’arif agar aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan sebagai sarana meningkatkan prestasi serta mengharumkan nama madrasah dan sekolah.

“Setiap ada kegiatan lomba, ikutilah. Hal itu dapat mengangkat nama baik madrasah dan sekolah,” pungkasnya.

Melalui peringatan Harlah ke-97 ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan meneguhkan kembali komitmennya untuk terus bergerak dalam bidang pendidikan, memperkuat sinergi, serta menghadirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan peradaban.

Pewarta: Syaikhul Alim

Views: 23

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini