Beranda Warta PRNU Watusalam Gelar Musran I, Perkuat Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi

PRNU Watusalam Gelar Musran I, Perkuat Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi

83
0
​​​​​​​Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, menggelar Musyawarah Ranting (Musran) masa khidmah 2026–2031 di Pondok Pesantren Roudhotul Huda, Ahad (27/09/2026)

Buaran, NU Kota Santri – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, menggelar Musyawarah Ranting (Musran) I, kegiatan tersebut bertempat di Pondok Pesantren Roudhotul Huda, Desa Watusalam, Ahad malam Senin (27/09/2026).

Musran merupakan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama di tingkat ranting yang menjadi sarana evaluasi, refleksi, sekaligus konsolidasi organisasi menjelang pergantian kepengurusan.

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buaran, Kiai Isbiq Syatho’, mengapresiasi pelaksanaan Musran yang dinilai semakin tertib secara prosedural.

“Kami sangat mengapresiasi Ranting Watusalam, karena ini wilayah yang sentral. Hal tersebut tampak pada Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tahun lalu, sungguh luar biasa dengan penampilan seni yang berbeda dari ranting lain, dan semangat seperti ini harus terus disalurkan,” ungkap Kiai Isbiq.

Ia juga berpesan agar warga nadhliyin senantiasa memperkuat kekompakan (keguyuban) dan tidak mudah terprovokasi oleh opini luar yang kerap mengecilkan peran jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

”Kami mendorong para kader NU untuk kembali memahami rekam jejak para tokoh penggerak NU yang kerap menjadi pemain utama sejarah pergerakan bangsa.” imbuhnya.

Ketua Tanfidziah PRNU Watusalam, Kiai Fairuzzabadi Al Baha’i, menjelaskan bahwa Musran I ini merupakan langkah ikhtiar bersama untuk menjalankan roda organisasi secara tertib.

“Ini adalah musyawarah ranting perdana. Artinya, ini ikhtiar kita bersama untuk menjalankan roda jamiyah sesuai dengan mekanisme organisasi.” ujarnya.

Pada periode-periode sebelumnya, jabatan atau masa khidmah terkadang ditunjuk langsung atau melalui voting tanpa aturan musyawarah ranting yang baku. Kini, kita laksanakan sesuai aturan organisasi.

“Al haqqu bila nidhamin yaghlibuhul bathilu bi nidhamin. Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir,” ucapnya.

Musran I PRNU Watusalam tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi ke depan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mendorong peran aktif NU dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat kegiatan keagamaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan masjid dan musholla se-desa Watusalam, perwakilan pengurus muhammadiyah desa watusalam, Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Kecamatan Buaran, serta Badan otonom NU Ranting Watusalam.

Kontributor : Syaula
Editor : Ismuhadi

Views: 30

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini