Beranda Warta Tagar #BoikotTrans7 Menggema, Santri dan Pesantren Tuntut Klarifikasi atas Tayangan XPOSE

Tagar #BoikotTrans7 Menggema, Santri dan Pesantren Tuntut Klarifikasi atas Tayangan XPOSE

860
0
Tagar #BoikotTrans7 ramai di dunia maya sebagai protes tayangan Trans7 pada salah satu episode program XPOSE dengan judul yang provokatif dan menyinggung dunia pesantren.

Pekalongan, nukotasantri.or.id – Tagar #BoikotTrans7 tiba-tiba ramai di jagat maya. Gelombang protes ini terutama datang dari kalangan santri, kiai, dan masyarakat pesantren, setelah stasiun televisi Trans7 menayangkan salah satu episode program XPOSE dengan judul yang dinilai provokatif dan menyinggung dunia pesantren:

“Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”

Cuplikan video dari tayangan tersebut beredar luas di TikTok dan Instagram, memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai konten itu melecehkan martabat santri dan kiai, serta menggambarkan kehidupan pesantren secara tidak proporsional.

Dikecam karena Dinilai Tak Berimbang dan Sarat Unsur SARA

Banyak pihak menilai episode XPOSE tersebut telah melampaui batas etika jurnalistik. Narasi yang digunakan dianggap merendahkan tokoh agama, memunculkan stereotip negatif terhadap santri, dan tidak menyajikan informasi secara berimbang karena tidak menghadirkan klarifikasi langsung dari pihak pesantren yang disorot.

Kritik juga muncul karena tayangan itu dinilai menyentuh ranah keagamaan yang sangat sensitif. Dalam beberapa waktu terakhir, isu terkait pesantren memang kerap menjadi sasaran pemberitaan yang dinilai “menggoreng isu” tanpa dasar yang jelas di media sosial.

Gelombang Reaksi dari Dunia Pesantren

Tagar #BoikotTrans7 pun menjadi trending topic di berbagai platform. Santri, alumni pesantren, hingga masyarakat umum ramai menyuarakan kekecewaan.
Salah satu unggahan viral di Facebook menuliskan:

“Santri mana yang tidak sakit hati dengan narasi hoaks sebesar ini di TV nasional?”

Sementara di Instagram, akun “Santri Melawan” menampilkan video protes bertuliskan tegas:

“BOIKOT!!! Trans7 yang telah menghina kiai dan santri.”

Desakan Permintaan Maaf dan Klarifikasi Resmi

Sejumlah kiai, ustaz, dan komunitas pesantren menyerukan agar Trans7 segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat pesantren. Mereka menegaskan pentingnya etika media dalam mengangkat isu-isu keagamaan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.

Di sisi lain, ada pula pandangan yang menyebut program seperti XPOSE sebenarnya dapat berperan sebagai kritik sosial, selama disampaikan dengan proporsional dan tetap menghormati nilai-nilai keagamaan.

Hingga berita ini diturunkan, Trans7 belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait maksud dan tujuan penayangan episode tersebut. Publik, khususnya kalangan pesantren, masih menunggu langkah konkret dari pihak stasiun televisi untuk meredam polemik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Penulis: Syaikhul Alim

Views: 731

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini