
WIRADESA, nukotasantri.or.id — Suasana MI NU Takhassus Karangjati (MINUKA), Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, tampak semarak pada Sabtu (3/10/2026). Siswa Pramuka Siaga kelas 1 hingga kelas 5 bersama wali murid menampilkan berbagai hasil karya dalam Gebyar Bazar Siaga yang digelar di lingkungan madrasah.
Antusiasme terlihat sejak kegiatan berlangsung. Para siswa tampak aktif menyiapkan dan menjaga stand masing-masing. Setiap barung berusaha menampilkan stand dengan sebaik mungkin, mulai dari penataan hasil karya hingga penyajiannya kepada pengunjung.
Keterlibatan wali murid turut mewarnai kegiatan tersebut. Mereka mendampingi dan bekerja sama dengan anak-anak dalam menyiapkan stand serta menampilkan hasil karya yang telah dibuat. Kehadiran wali murid dan masyarakat sekitar juga membuat suasana kegiatan semakin ramai dan penuh kebersamaan.
Berbagai hasil karya yang ditampilkan bukan dibuat secara tiba-tiba. Para siswa telah mempersiapkan karya tersebut sejak sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan bazar. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran dalam kegiatan kepramukaan, mulai dari menyiapkan bahan, membuat karya, hingga mempersiapkannya untuk ditampilkan dalam bazar.
Ketua Panitia, Syadidal Khaya, mengatakan kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5 yang tergabung dalam Pramuka Siaga. Peserta terbagi dalam empat barung putra dan empat barung putri, dengan masing-masing barung beranggotakan kurang lebih 15 peserta.
“Bazar Siaga ini diikuti oleh seluruh kelas, dari kelas 1 sampai kelas 5. Terdiri dari empat barung putra dan empat barung putri, di mana satu barung terdiri dari kurang lebih 15 peserta,” ujarnya.
Menurut Syadidal, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembuatan hingga penyajian hasil karya.
“Melalui kegiatan Bazar Siaga ini, anak-anak dilatih untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mengembangkan kemandirian dan kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan aktif berinteraksi di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Gebyar Bazar Siaga tersebut merupakan kegiatan kepramukaan yang sekaligus menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler di MINUKA. Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui kegiatan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman siswa dalam bekerja sama, berkarya, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Pembina Pramuka MINUKA, Ika Nur Aini, mengatakan kegiatan tersebut membawa nilai Resik, Ekonomis, Aktif, Kreatif, Seru, dan Inovatif.
“Resik berarti mengajarkan anak-anak untuk lebih membiasakan hidup bersih dengan cara memilah sampah. Ekonomis mengajarkan bahwa sampah juga bisa memiliki nilai jual,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap adik-adik Siaga memiliki pribadi yang resik hatinya, ekonomis hidupnya, aktif geraknya, kreatif karyanya, seru belajarnya, dan inovatif idenya,” harapnya.
Selain bazar, kegiatan juga dimeriahkan dengan Lomba Tari Kreasi Nusantara serta Lomba Mewarnai yang diikuti peserta dari RA dan TK. Kehadiran peserta lomba, wali murid, serta masyarakat sekitar menambah semarak kegiatan di lingkungan madrasah.
Ketua PRNU Karangjati, M. Arwani, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh dewan guru dan kepala madrasah.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat baik sekali dan positif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh dewan guru serta kepala sekolah MI NU Takhassus ini sangat menunjang anak-anak untuk bisa lebih berprestasi lagi,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan bentuk yang semakin kreatif.
“Harapannya, kegiatan seperti ini ke depan bisa lebih kreatif lagi, sehingga MI NU Takhassus nantinya bisa lebih berkembang dan lebih maju lagi, terutama peserta didiknya di tahun yang akan datang semakin banyak,” ujarnya.
Gebyar Bazar Siaga berlangsung dengan suasana kebersamaan antara siswa, guru, wali murid, dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi peserta didik untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, berkreasi, serta berani menampilkan hasil karya di hadapan orang lain.
Melalui kegiatan kepramukaan yang terintegrasi dalam kokurikuler tersebut, MINUKA memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemandirian.
Kontributor: Asep Awaludin
Editor: Syaikhul Alim
Views: 35







