Beranda Bahtsul Masail Bagaimana Status Kesucian Daging dalam Proses Pembuatan Bakso?

Bagaimana Status Kesucian Daging dalam Proses Pembuatan Bakso?

1136
0
Proses Penggilingan Bakso dengan menggunakan mesin penggiling

Deskripsi masalah.

Bakso yang kita kenal ketika di depot penggilingan daging pada umumnya saat prosesnya sebagai berikut

A. Daging sapi atau ayam di masukan ke dalam mesin penggilingan agar daging mudah lembut di campuri es batu dan hasilnya daging menjadi lembut berair dan berwarna merah darah.
B. Lalu daging, tepung, dan bumbu di masukan dalam mesin gilingan yang ke 2 dan di campuri es batu.

Pertanyaan :

Sucikah daging yang sudah lembut dan berair warnanya merah darah ?

Jawaban:
Daging yg masih ada sisa darahnya terjadi khilaf:

  • Mutanajjis secara muthlaq (bercampur dengan benda lain seperti air atau tidak)
  • Mutanajjis ketika bercampur dengan benda lain
  • Mutanajjis, namun dima’fu
  • Suci

Referensi

فتح العلام ج ١ ص ٣٥٩

( فرع ) في دم اللحم

ويعفي عن الدم الباقي علي اللحم حتى لو طبخ وصار الماء متغيرا به لا يضر علي المعتمد سواء كان واردا او مورودا نعم ان لاقاه ماء لغسله اشترط زوال اوصافه قبل وضعه في القدر ومن ذالك يعلم ان ما يفعله الجزارون الان من صبهم الماء على اللحم لازالة الدم عنه مضر لعدم زوال الاوصاف وحينئذ على من يأخذ من هذا اللحم ان يغسله قبل وضعه في القدر حتى تصفو الغسالة فليتنبه لذالك .
وقيل يحب غسله مطلقا وان لم يصبه ماء
وقيل يعفى عنه وان اختلط بأجنبي
وقيل انه طاهر .

[الأنصاري، زكريا ,أسنى المطالب في شرح روض الطالب ,1/12]

(قَوْلُهُ كَدَمٍ) الدَّمُ الْبَاقِي عَلَى لَحْمِ الْمُذَكَّاةِ وَعَظْمِهَا نَجِسٌ مَعْفُوٌّ عَنْهُ فَقَدْ قَالَ الْحَلِيمِيُّ وَأَمَّا مَا بَقِيَ مِنْ الدَّمِ الْيَسِيرِ فِي بَعْضِ الْعُرُوقِ الدَّقِيقَةِ خِلَالَ اللَّحْمِ فَهُوَ عَفْوٌ

(المجموع شرح المهذب : ج ٢ ص ٥٧٦)

(فرع) مما تعم به البلوى الدم الباقي على اللحم وعظامه وقل من تعرض له من اصحابنا فقد ذكره أبو إسحق الثعلبي المفسر من اصحابنا ونقل عن جماعة كثيرة من التابعين انه لا بأس به ودليله المشقة في الاحتراز منه وصرح احمد واصحابه بان ما يبقى من الدم في اللحم معفو عنه ولو غلبت حمرة الدم في القدر لعسر الاحتراز منه

“(Cabang) terkait hal yang umumnya terjadi adalah darah yang tersisa pada daging dan tulang (hewan), dan sedikit sekali ulama dari kalangan ashab kami yang menjelaskan hal itu. Al-Imam Abu Ishaq Ats-Tsa’labi seorang ahli tafsir dari kalangan ashab Syafi’i telah menyebutkan dan menukil dari banyak ulama tabi’in bahwa yang demikian itu (yakni darah yang tersisa pada daging dan tulang hewan) tidaklah apa-apa. Dalilnya adalah (karena) sulit untuk mencegah (atau menghindari hal itu). Al-Imam Ahmad dan para ashabnya pun menjelaskan bahwa darah yang tersisa pada daging (hewan) adalah dima’fu meskipun warna merah darah tersebut mendominasi dalam (wadah atau cawan) karena saking sulitnya untuk mencegah (atau menghindari hal itu)“

Pengirim: Kyai M. Khamim (Ketua LBMNU Kabupaten Pekalongan)

Views: 350

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini