Beranda Warta Kisah Hikmah dan Kharisma dalam Pembukaan Kongres Ke-13 JATMAN

Kisah Hikmah dan Kharisma dalam Pembukaan Kongres Ke-13 JATMAN

270
0
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres Ke-13 JATMAN di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (21/12/2024 (Dok. LTNNU)

Boyolali, nukotasantri – Kongres Ke-13 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (JATMAN) resmi dibuka pada 21 Desember 2024 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Acara yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjadi momentum penting bagi para pengamal thariqah untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merenungkan hikmah perjalanan spiritual.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa kongres ini merupakan agenda rutin organisasi yang menandai akhir masa bakti kepengurusan. “Kongres Ke-13 JATMAN adalah bagian dari mekanisme reguler organisasi. Sebuah langkah penting untuk menjaga kesinambungan dan kemaslahatan jam’iyyah,” ujar Gus Yahya.

Dalam sambutannya, Gus Yahya menceritakan sebuah kisah inspiratif dari seorang mursyid thariqah, Kiai Mansur bin Kiai Abdullah Hafidz, yang pernah sowan kepada Kiai Muslim Rifai Imam Puro, ulama karismatik dari Jatinom, Klaten.

Pada suatu hari, Kiai Mansur berkunjung ke rumah Kiai Muslim. Nyai Muslim menyiapkan jamuan makan istimewa, termasuk buah apel merah, favorit Kiai Mansur. Namun, tiba-tiba Kiai Muslim mengajak Kiai Mansur pergi ke Jombang tanpa sempat menikmati hidangan tersebut.

Sesampainya di Tebuireng, mereka disambut langsung oleh Gus Dur yang sudah menunggu di pintu gerbang. “Sudah saya tunggu-tunggu, ayo kita langsung masuk makan,” kata Gus Dur sambil berjalan bersama mereka. Menariknya, Gus Dur juga memastikan bahwa hidangan apel merah kesukaan Kiai Mansur tersedia di sana.

“Kisah ini menggambarkan ketajaman batin para ahlut thariqah. Mereka seolah tidak perlu berbicara panjang, sudah saling memahami dalam keheningan,” jelas Gus Yahya.

Gus Yahya optimistis Kongres Ke-13 JATMAN akan berlangsung dengan aman dan lancar. “Tidak perlu khawatir. Kongres ini akan berjalan adem, karena para pengamal thariqah memiliki semangat yang sama: memperjuangkan kemaslahatan umat,” tegasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya konsolidasi dan aturan dalam berorganisasi. “Nizam yang baik adalah syarat mutlak dalam perjuangan. Tanpa aturan yang tertata, mustahil perjuangan dapat mencapai kemuliaan,” pungkasnya.

Kongres ini bukan sekadar forum reguler, melainkan juga ajang refleksi spiritual yang menguatkan nilai-nilai thariqah dalam membangun umat dan bangsa.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 27

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini