Beranda Warta Kharisma Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani Warnai Pembukaan Kongres XIII JATMAN

Kharisma Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani Warnai Pembukaan Kongres XIII JATMAN

333
0
Syekh Fadhil Al-Jailani bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di arena Kongres Ke-13 JATMAN, Sabtu (21/12/2024) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. (Dok. LTNNU Kab. Pekalongan)

Boyolali, nukotasantri – Kehadiran Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani, cucu ke-25 Syekh Abdul Qodir Jailani, menjadi sorotan utama pada pembukaan Kongres XIII Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (JATMAN) yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (21/12/2024).

Sebagai seorang ulama sufi terkemuka dari Turki, Syekh Fadhil tampil sederhana namun penuh wibawa dalam balutan jubah putih, gamis, dan imamah hijau yang melingkar di kepalanya. Kehadirannya, yang merupakan simbol ikatan kuat antara tradisi tarekat internasional dan Nahdlatul Ulama di Indonesia, disambut meriah oleh ribuan peserta kongres yang memenuhi ruangan.

Mars “Ya Lal Wathon” yang dimainkan marching band Ajendam IV Diponegoro mengiringi langkah Syekh Fadhil memasuki ruang acara pada pukul 14.15 WIB. Para tokoh penting Nahdlatul Ulama turut mendampingi beliau, di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, serta sejumlah tokoh tarekat seperti KH Achmad Chalwani Nawawi, KH Rohimudin Al Bantani, dan KH Fathurrahman.

Syekh Muhammad Fadhil bukan sosok asing bagi warga Nahdlatul Ulama. Sebelumnya, beliau juga hadir dalam peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo, Februari 2023, di mana beliau memimpin ijazahan manaqib qadiriyah al-Aliyah dan berbagai amalan tarekat lainnya. Kehadirannya di berbagai agenda besar NU mencerminkan hubungan harmonis antara ulama sufi dunia dan komunitas tarekat tanah air.

Sebagai cucu Syekh Abdul Qodir Jailani, yang dikenal sebagai mata rantai ke-19 mursyid tarekat qadiriyah, Syekh Fadhil membawa pesan spiritual yang kuat. Garis spiritualnya mengalir melalui para tokoh besar Islam, dari Ali bin Abi Thalib hingga Muhyidin Abdul Qodir al-Jailani, memberikan landasan keilmuan dan spiritualitas mendalam bagi tarekat ini.

Dalam laporan pembukaan kongres, Ketua Panitia KH Ali Masykur Musa menyebutkan bahwa hampir seluruh peserta dari idarah wustha hingga syu’biyah hadir. “Jika ada yang tidak hadir, kemungkinan SK-nya sudah kadaluarsa, bukan karena menolak Kongres XIII JATMAN ini,” ucap KH Ali Masykur, dengan nada ringan.

Kongres XIII JATMAN menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi tarekat sebagai bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama, sekaligus merawat spirit spiritualitas dalam membangun umat yang lebih baik.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 40

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini