Karanganyar, nukotasantri –Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pekalongan, selama periode Tahun 2024 sampai dengan bulan Oktober ini berhasil menghimpun dana infaq sejumlah 1,8 Milyar. Jumlah ini meningkat dari perolehan Tahun sebelumnya yang mencapai 1,7 Milyar. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H. Mujahidin dalam sambutan pembukaaan Rapat Kerja I yang berlangsung di Rumah Makan Kampung Damai, Ahad (20/10/2024).
Hadir dalam pembukaan Raker I ini, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, H. Ahsin Hana, para ketua Lembaga PCNU Kabupaten Pekalongan, para ketua MWCNU se-Kabupaten Pekalongan, ketua sekretaris dan bendahara UPZISNU se-Kabupaten Pekalongan serta jajaran pengurus PC LAZISNU Kabupaten Pekalongan.
H. Mujahidin menyampaikan bahwa pasca pelantikan PCNU Kabupaten Pekalongan tanggal 5 Oktober 2024 yang lalu dimana dilantik juga pengurus Lembaga-lembaga PCNU Kabupaten Pekalongan, maka kami agendakan pertemuan guna membahas program kerja LAZISNU untuk 5 tahun ke depan. Dan untuk membangun sinergitas, kami mengundang segenap stakeholders, termasuk Lembaga PCNU, banom dan pengurus MWCNU se-Kabupaten Pekalongan.
“Kami menyadari bahwa LAZISNU tidak mungkin bisa bekerja sendiri. LAZISNU butuh support, dukungan dari berbagai pihak, terutama stakeholders NU Kabupaten Pekalongan. Kami meyakini bahwa potensi penghimpunan dana ZIS kita luar biasa” tegasnya.
Ketua LAZISNU menginformasikan bahwa capaian perolehan penghimpunan dana Infaq dengan hanya melibatkan 11 MWCNU saja, tahun 2022 terhimpun sejumlah 1,2 Milyar. Kemudian di tahun 2023 meningkat menjadi 1,7 Milyar dan di tahun 2024, sampai dengan bulan Oktober capaiannya sudah mencapai 1,8 Milyar.
“Kami berharap terbangun sinergi dengan semua Lembaga yang ada di PCNU Kabupaten Pekalongan. Sesuai hasil musker PCNU, kami akan selalu bekerja sama dan bergandengan tangan dengan lembaga-lembaga dalam pentasyarufan. Sebagai contoh LTNNU dapat besinergi dengan menginformasikan kegiatan dan program LAZISNU, LDNU dapat memberikan pemahaman manfaat dan fadhilah sadaqoh melalui mimbar pengajiannya, LBMNU bisa mengagendakan bahtsul masail tentang LAZISNU, sehingga tidak ada lagi perdebatan soal kehadiran LAZISNU karena ini memang instruksi dan program dari PBNU, dan seterusnya dengan lembaga-lembaga yang lain” jelasnya.
H. Mujahidin juga mengingatkan bahwa LAZISNU bukanlah hanya Lembaga pentasyarufan tetapi juga lembaga Fundrising. Antara keduanya diharapkan bisa seimbang. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya pentasyarufan akan mendorong juga semakin banyak yang berkontribusi melalui LAZISNU.
“Harapannya nanti LAZISNU melalui UPZIS dan dibantu MWCNU yang menggerakkan jamaahnya, dengan Skema sentralisasi, Dimana manajemen dan operasional komando langsung oleh PC LAZISNU, maka LAZISNU akan semakin baik” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, H. Ahsin Hana menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pengurus LAZISNU yang telah menjalankan kiprahnya.
“Mudah-mudahan periode LAZISNU sekarang bisa tancap gas, bisa bergerak kencang. Tadi laporan dari ketua sampai dengan Oktober 2024 dana yang bisa dihimpun PC. LAZISNU Kab. Pekalongan sudah mencapai 1,8 Milyar. Ini adalah jumlah yang cukup besar” paparnya.
Ahsin menjelaskan bahwa warga Kabupaten Pekalongan di tahun ini sudah mencapai 1 juta lebih. Jika 60 persennya diasumsikan adalah warga NU maka ada sekitar 600.000 warga NU. Seandainya separohnya saja yang masuk kategori dewasa maka ada sekitar 300.000 warga NU. Hal ini merupakan potensi yang luar biasa jika digerakkan.
“Asset dan potensi yang besar ini akan berdampak positif manakala dikelola dengan baik. Dan ujung tombak pergerakan LAZISNU ada di tingkat Ranting dan MWC. Untuk manajemen sesuai regulasi PBNU terpusat di Pengurus Cabang. Saat ini terdapat 11 MWC yang sudah aktif menjalankan program LAZISNU, masih ada 9 MWC lain yang belum bergerak” imbuhnya.
H. Ahsin mengingatkan, sesuai dengan tagline PCNU Kabupaten Pekalongan saat pelantikan kemarin yakni Membangun sinergitas mewujudkan kemandirian organisasi. Melalui LAZISNU kitab isa mewujudkan organisasi yang berdikari. Kita harus menguatkan sinergi serta membangun kepercayaan Masyarakat dengan transparansi dan akuntabilitas.
“Melalui forum Raker ini, bisa disampaikan ide-ide kreatif, dan juga bisa berbagi pengalaman best practice. Bagi MWCNU yang sudah jalan mari berbagai, bagi yang belum jangan sungkan-sungkan untuk bertanya dan menimba pengalaman. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun dan menguatkan kepercayaan Masyarakat melalui Gerakan di media sosial, informasikan hal-hal positif yang sudah dilakukan LAZISNU ke khalayak umum, perbanyak konten-konten informatif yang menarik sekaligus bermanfaat“ pungkasnya.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 107








