Pekalongan, nukotasantri, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI Nomor 5493 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) bertempat di Gedung MWCNU Tirto, Ahad (27/10/2024).
Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu-Lembaga Penjaminan Mutu UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muthoin, M.Ag yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan, penerapan Sistem Penjaminan Mutu pada MDT bukan isapan jempol atau angan-angan semata, sebab MDT memiliki berbagai kekuatan yang mendukung peran dan keberlanjutannya dalam sistem pendidikan serta pelestarian budaya Islam.
“Meski belum terdokumentasi secara sistematis, MDT telah berupaya menerapkan standar mutu dalam pelaksanaannya, yang menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas. Selain itu, MDT mendapat dukungan kuat dari masyarakat, memperkokoh posisinya sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang dipercaya,”ujarnya.
Disampaikan, di bidang sumber daya manusia, MDT didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki etos kerja tinggi, didorong oleh sikap ikhlas dalam mengabdi. Tak hanya itu, kehadiran SDM muda yang inovatif membawa pembaruan dalam proses pembelajaran dan manajemen, menjadikan MDT responsif terhadap perkembangan zaman.
“Selain aspek kualitas, MDT memiliki akar tradisi keislaman yang kuat, yang tidak hanya memperkaya nilai pembelajaran tetapi juga membangun karakter santri yang berakar pada nilai-nilai agama. MDT juga berperan penting dalam melestarikan budaya Islam lokal, menjaga warisan keagamaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat sekitar,”imbuhnya.
Narasumber lainnya, Faliqul Isbah, M.Pd, yang juga Ketua RMI MWC NU Tirto/Auditor Mutu Internal (AMI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyampaikan, proses penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada MDT dimulai dengan pembentukan tim penjaminan mutu internal yang di SK-kan oleh Kepala MDT.
“Setidaknya unsur tim penjaminan mutu internal terdiri atas: Kepala, Guru, Staf Administrasi (TU), Orang tua/Wali Santri dan Pengurus Yayasan/Pengelola MDT,”jelasnya.
Menurutnya, mereka semua bertugas untuk melaksanakan penjaminan mutu MDT mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut serta tahap pelaporan.
“Jika tahapan tersebut dilaksanakan secara benar maka indicator keberhasilan SPM pada MDT akan dapat kita lihat dari 4 indicator yaitu proses, output, outcame dan dampak keberadaan MDT,”tambahnya.
Falih melanjutkan, merumuskan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) bagi MDT sangat penting untuk menjamin keberlanjutan dan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan adanya SPM, MDT dapat menetapkan standar yang jelas dalam proses pembelajaran, kurikulum, dan manajemen, yang membantu meningkatkan profesionalitas dan kualitas lembaga.
“SPM juga memungkinkan MDT untuk melakukan evaluasi berkala, mengidentifikasi kelemahan, dan menyusun strategi perbaikan secara sistematis,”pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MWCNU Kecamatan Tirto. Acara ini diikuti oleh kepala, pengurus MDT se-Kecamatan Tirto dan pengurus PAC PERGUNU Kecamatan Tirto, berjumlah total 60 orang.
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama MWCNU Kec. Tirto dengan LPM UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sebagai bukti sinergitas antara lembaga sosial keagamaan dan lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang positif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan (service university).
Kontributor: Khairul Anwar
Views: 77








