Beranda Warta Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU ITSNU Pekalongan Masa Khidmah 2024-2025 Resmi Dilantik

Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU ITSNU Pekalongan Masa Khidmah 2024-2025 Resmi Dilantik

570
0
Prosesi Pelantikan PK IPNU ITSNU Pekalongan (Dok. LTNNU)

Kajen, nukotasantri – Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan resmi dilantik pada Sabtu (02/11/2024). Pelantikan dilakukan di Gedung Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Jalan Mandurorejo Kajen Pekalongan.

M. Muallimin, Ketua PK IPNU ITSNU Pekalongan menyampaikan bahwa kegiatan ini mengangkat tema “Pandhega, Bhakti, Sradha”. “Secara umum tema ini membawa pesan kepada pengurus yang dilantik untuk menjadi sosok yang bijak, memiliki pengabdian yang tulus serta berpegang pada keyakinan yang kuat dalam menjalankan tugas” ujarnya.

Muallimin, mahasiswa asli Talun ini menambahkan, kegiatan pelantikan akan dirangkai dengan Up Grading bagi pengurus PK IPNU IPPNU ITSNU Pekalongan. “Harapan kami melalui kegiatan upgrading ini, pengurus maupun anggota PK IPNU-IPPNU agar lebih giat lagi. Lebih cepat dalam bergerak dan responsif. Kegiatan upgrading ini sangat kami butuhkan guna meningkatkan kapasitas sebagai pengurus PK IPNU-IPPNU” jelas Muallimin.

Sementara itu, Cukup Abdul Syukur, Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan menekankan pentingnya Komisariat IPNU-IPPNU di ITSNU sebagai bagian dari entitas mahasiswa.

“Komisariat di ITSNU Pekalongan itu tidak sama seperti Komisariat di Sekolah atau Madrasah. Komisariat di ITSNU ini bukanlah Komisariat biasa. Karena sebagai mahasiswa rekan-rekanita adalah agent of change, Mahasiswa adalah agen perubahan” tandasnya

Menurutnya, Rekan-reakanita PK IPNU-IPPNU ITSNU Pekalongan bukan hanya sebatas di ITSNU Pekalongan saja, tetapi diharapkan hadir di Masyarakat secara keseluruhan. “Banyak permasalahan yang perlu kehadiran dan sentuhan tangan IPNU-IPPNU. Permasalahan kekerasan seksual dan kenakalan remaja adalah sedikit di antara persoalan masyarakat yang membutuhkan kontribusi IPNU-IPPNU”jelasnya.

Ditambahkannya, hal lain yang penting adalah mengembangkan wawasan dan intelektualisme. “Tingkatkan diskusi-diskusi dan tingkatkan literasi rekan dan rekanita. Di IPNU dan IPPNU secara tradisi keagamaan sudah berjalan baik, yang perlu ditingkatkan adalah pengembangan inteletualitas. Kami tunggu terobosan baru dari ketua dan jajaran pengurus PK IPNU-IPPNU” pungkasnya.

Wakil Rektor I ITSNU Pekalongan, H. Ali Imron dalam sambutannya menyampaikan bahwa eksistensi PK IPNU-IPPNU dapat membantu pengkaderan NU di Perguruan Tinggi. “Karena dengan adanya komisariat tidak hanya menghadirkan ITSNU Pekalongan dengan warna dan paham aswaja annahdliyyah dapat terlaksana, memberikan pemahaman mahasiswa bahwa ITSNU adalah perguruan tinggi NU. akan tetapi juga membantu di berbagai kegiatan” jelasnya.

H. Ali Imron menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan pengurus PK IPNU-IPNU. Yang pertama, lakukan pemetaan terhadap mahasiswa. IPNU-IPPNU adalah pintu awal untuk mengenal dan masuk ke dalam NU. Untuk itu wajib semua mahasiswa mengikuti masa kesetiaan anggota (Makesta).

Yang kedua, PK IPNU-IPPNU ITSNU Pekalongan mendorong mahasiswa untuk mengenal dan mempraktikkan tradisi Islam ala Ahlus sunnah waljamaah An-Nahdliyyah. “Di ITSNU Pekalongan sudah ada program Madrasah Santri High-tech Al-Mutaaddib. By system semua mahasiswa wajib mengikuti program ini. Karena syahadah program ini digunakan sebagai syarat pengerjaan tugas akhir ataupun skripsi. Hal ini ternyata cukup efektif mengenalkan tradisi aswaja An-Nahdliyyah” paparnya.

Hal yang ketiga, PK IPNU-IPPNU perlu menjalin kerja sama dengan komisariat yang ada di bawah sekolah/madrasah di bawah perkumpulan NU dan SLTA yang terafiliasi ke NU. Hal ini akan lebih memperkenalkan keberadaan ITSNU Pekalongan sebagai perguruan tinggi NU.

Keempat, PK IPNU-IPPNU perlu juga mengembangkan kerjasama dengan Badan Otonom (Banom) yang lain sehingga kegiatan bisa terkoordinasi lebih baik serta memberikan wawasan dan sharing knowledge. Semua komponen di NU harus sinergi dan berkolaborasi dan tidak jalan sendiri-sendiri.

Dan terakhir, PK IPNU-IPPNU perlu memodifikasi dan melakukan inovasi dalam melaksanakan kegiatan sehingga memiliki daya Tarik bagi mahasiswa. Jumlah 1456 mahasiswa dapat terlibat secara maksimal dalam setiap kegiatan yang diadakan.

Tampak hadir dalam acara pelantikan ini Wakil Rektor I ITSNU Pekalongan, Pimpinan Cabang Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU. Hadir pula jajaran Pembina dan alumni PK IPNU-IPPNU ITSNU Pekalongan, PAC IPNU-IPPNU Kajen dan Kedungwuni serta pengurus MWCNU Kajen.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 95

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini