
Tirto, nukotasantri – Peristiwa jebolnya tanggul sungai di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu malam (23/11), mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah baik di Kabupaten maupun Kota Pekalongan. Hingga Ahad pagi pukul 08.05 WIB, kondisi banjir masih merendam beberapa desa dengan ketinggian air mencapai hingga hampir 1 meter.
Menurut laporan Ketua LPBINU Kabupaten Pekalongan, M. Eko Prasetyo, tanggul jebol ini menyebabkan aliran air sungai meluap ke wilayah permukiman. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Desa Tegaldowo, Dukuh Jeruksari, dan Desa Mulyorejo.
Wilayah Terdampak dan Kondisi Terkini
Di Desa Tegaldowo, banjir melanda beberapa RT, yaitu: RT 006/RW 003, RT 007/RW 003, RT 008/RW 003, RT 009/RW 003 dan RT 010/RW 003. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 40 cm hingga hampir 1 meter.
Sementara itu, di Dukuh Jeruksari, Desa Jeruksari, air merendam RT 01, RT 02, dan RT 03 di RW 07 dengan ketinggian sekitar 50 cm. Desa Mulyorejo juga terdampak, khususnya di RT 09/RW 02, dengan ketinggian air mencapai 50 cm.
Ketua NU Peduli Kabupaten Pekalongan, H. Ahsin Hana, menyampaikan bahwa berbagai langkah telah diambil untuk menanggulangi dampak banjir ini, antara lain: mengaktifkan Posko Pusat Informasi – Posko ini difungsikan untuk memantau situasi dan memberikan informasi kepada warga. LPBINU juga membuka Posko AJU di MWCNU Tirto – Posko ini menjadi pusat koordinasi tanggap darurat serta assessment kondisi warga terdampak. LPBINU juga mensiagakan Relawan NU – Tim relawan bersama peralatan tanggap darurat telah disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan

Gotong Royong Perbaiki Tanggul
Pada Ahad pagi, relawan LPBINU Kabupaten/Kota Pekalongan bersama tim gabungan melakukan aksi gotong royong memperbaiki tanggul jebol di Desa Jeruksari. Perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi dampak luapan air ke wilayah pemukiman.
Selain itu, tim LPBINU telah mengirimkan laporan hasil assessment sebagai acuan untuk penanganan lebih lanjut. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air, mengingat kondisi cuaca yang belum menentu. BPBD Kabupaten Pekalongan juga bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik sementara untuk meringankan beban warga terdampak.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 15







