Beranda Warta Lomba Baca Kitab Kuning Semarakkan Harlah ke-102 NU di Kajen

Lomba Baca Kitab Kuning Semarakkan Harlah ke-102 NU di Kajen

515
0
MWCNU Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan menggelar Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Hasyimy, Jalan Singosari, Dukuh Tanjung, Desa Tanjungkulon, Kajen. Lomba yang diadakan pada Ahad, 26 Januari 2025

Kajen, nukotasantri.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang ke-102, MWCNU Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan menggelar Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Hasyimy, Jalan Singosari, Dukuh Tanjung, Desa Tanjungkulon, Kajen. Lomba yang diadakan pada Ahad, 26 Januari 2025, bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap ulama dan karya-karyanya, sekaligus mengimplementasikan ajaran Rasulullah SAW secara nyata.

Ustadz Sujud Condro Warso, Wakil Ketua MWCNU Kajen, menyatakan bahwa lomba ini merupakan bagian dari upaya kaderisasi untuk mencetak santri-santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Kegiatan ini diadakan sebagai sarana untuk mencetak kader yang semakin cinta kepada ulama dan karya-karyanya, serta untuk mewujudkan ajaran Rasulullah SAW secara nyata di masyarakat,” jelasnya.

Lomba MQK ini diikuti oleh santri-santri dari berbagai pondok pesantren dan ranting NU di Kecamatan Kajen. Peserta yang mengikuti lomba adalah mereka yang telah mendapatkan rekomendasi dan berusia maksimal 21 tahun. Setiap pondok pesantren atau ranting mengirimkan dua peserta, yakni satu putra dan satu putri. Lomba ini memperebutkan juara untuk kategori putra dan putri, dengan membaca kitab Matan Taqrib sebagai bahan ujian yang telah ditentukan oleh panitia.

Abdur Rosyid, Penanggung Jawab Lomba MQK, menjelaskan bahwa kriteria penilaian lomba ini meliputi tiga aspek utama, yaitu Adab (20%), kefasihan (20%), dan kelancaran (60%). “Adab menilai kerapihan, busana, dan sopan santun peserta, sedangkan kefasihan mengukur kelancaran bacaan. Untuk kelancaran, penilaiannya mencakup bacaan maqra’, pemahaman atau murod, serta jawaban atas pertanyaan terkait nahwu shorof dan keterangan yang diberikan,” ujarnya.

Setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk tampil, dengan ketentuan maksimal tiga menit untuk membaca, tiga menit untuk menjelaskan murod atau maksud bacaan, dan empat menit untuk menjawab pertanyaan seputar nahwu shorof dan isi bacaan.

Hasil akhir lomba MQK ini menghasilkan beberapa pemenang. Untuk kategori putra, juara pertama diraih oleh Fakih Alatif dari Pondok Pesantren Fathul Huda, disusul oleh M. Syafiul Huda dari Ranting Gejlig di posisi kedua, dan M. Robba Masula dari Pondok Pesantren Al Aziziyyah di posisi ketiga. Di kategori putri, juara pertama diraih oleh Arina Triwijiyanti dari Pondok Pesantren Al Khikmah, diikuti oleh Amrina Rosyada dari Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah di posisi kedua, dan Nihayatul Amanah dari Pondok Pesantren Al Furqon di posisi ketiga.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan apresiasi kepada para pemenang, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat tali persaudaraan antar santri serta meningkatkan pemahaman terhadap ilmu agama dan kitab kuning.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 135

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini