
Tirto, nukotasantri.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tirto menggelar Musyawarah Kerja (Musker) II di Aula Gedung MWCNU Tirto. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai badan otonom (Banom) NU, di antaranya Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Sebagai bagian dari tradisi amaliyah Nahdlatul Ulama, acara diawali dengan pembacaan tahlil. Setelah itu, Kyai Multazam selaku Ketua Tanfidziyah MWCNU Tirto menyampaikan sambutannya dengan mengucapkan selamat datang serta apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus MWCNU dan Banom yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Tirto yang telah berperan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan. Beliau turut mendoakan agar seluruh pejuang kemanusiaan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan khutbah iftitah yang disampaikan oleh KH. Rifa’i selaku Rais Syuriah MWCNU Tirto. Dalam khutbahnya, beliau mengutip pesan dari salah satu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo: “Beruntunglah para pejuang NU yang berkhidmah dengan keikhlasan hati, dan celakalah mereka yang menjadikan NU sebagai alat kepentingan pribadi.” Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh kader NU agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keikhlasan dalam berkhidmah.
Setelah khutbah iftitah, KH. Rifa’i secara resmi membuka Musyawarah Kerja II dengan mengucapkan basmalah. Musyawarah kerja ini dipimpin oleh H. Endi Suwandi dengan didampingi oleh Abdul Aziz. Dalam forum ini, peserta membahas berbagai program kerja strategis untuk memperkuat peran NU dalam kehidupan masyarakat, baik di bidang keagamaan, sosial, maupun kemanusiaan.
Musyawarah Kerja II MWCNU Tirto menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah-langkah organisasi ke depan agar lebih optimal dalam memberikan manfaat bagi umat. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, diharapkan hasil musyawarah ini mampu menguatkan peran NU sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berdaya.
Kontributor: M. Islahul Amal
Views: 64







