
Kedungwuni, nukotasantri.or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar istighotsah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-96, Kamis malam (18/09/2025). Acara berlangsung khidmat di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Raya Karangdowo No. 9 Kedungwuni, dan dihadiri jajaran pengurus, penasihat, serta tokoh NU.
Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. “Alhamdulillah kami dapat melaksanakan doa bersama dalam rangka memperingati Harlah ke-96. Terima kasih kepada semua yang hadir, semoga menambah semangat kita sebagai pengurus Ma’arif NU,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun sebagian pengurus disibukkan dengan agenda besar Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII di Wonosobo, kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan. Menurutnya, peringatan harlah tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda, seperti upacara bendera di satuan pendidikan pada Jumat (19/09/2025) atau Sabtu (20/09/2025) bagi sekolah yang libur, dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi gebyar agar masyarakat mengetahui tanggal 19 September sebagai hari lahir LP Ma’arif NU,” terang H. Daenuri.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung capaian kontingen Kabupaten Pekalongan pada Porsema XIII. Meski peringkat turun dari posisi 5 menjadi 7, perolehan medali emas meningkat dari 4 menjadi 6. “Ini menjadi bahan muhasabah untuk memperbaiki di masa yang akan datang. Tahun 2005 kita pernah menjadi juara umum saat menjadi tuan rumah, karena kebersamaan begitu kental terasa,” kenangnya.
Lebih lanjut, H. Daenuri berharap momentum harlah ini mampu mempererat gerakan bersama dalam mendukung program-program Ma’arif. “Kita menyadari sarana prasarana masih jauh dari memadai meskipun secara kuantitas kita besar. Semoga cita-cita Ma’arif Kabupaten Pekalongan memiliki gedung sendiri segera terwujud,” pungkasnya.
Sementara itu, penasihat LP Ma’arif PCNU Kabupaten Pekalongan sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., memberikan pengarahan mengenai dinamika pendidikan. Ia menilai kompetisi antar-kabupaten di Jawa Tengah semakin ketat. Kudus, kata dia, berhasil menjadi juara umum Porsema selama sepuluh kali berturut-turut, disusul Jepara, Banyumas, Pati, Semarang, Batang, dan Pekalongan.
Prof. Muhlisin juga menyoroti tema harlah, yakni Bermutu dalam Ilmu, Bermartabat dalam Sikap. Menurutnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar, salah satunya degradasi kualitas keilmuan yang ditunjukkan dengan menurunnya peringkat internasional Indonesia dalam survei PISA. “Pendidikan adalah gudangnya ilmu, namun kita mengalami kemunduran. Sertifikasi guru pun belum menyelesaikan masalah. Kita perlu mendorong pembelajaran yang bermutu dan guru yang berprestasi,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan tentang dampak negatif penggunaan gawai dan media sosial yang tidak terkendali di kalangan pelajar. “Indonesia peringkat satu pengguna media sosial. Mari kita jaga anak-anak lewat pendidikan Ma’arif agar tidak terpapar dampak negatif. Meski jumlah pendaftar di sekolah dan madrasah Ma’arif meningkat, kualitas tetap harus dijaga,” tambahnya.

Menurutnya, bermartabat dalam sikap harus dimulai dari pembiasaan yang baik. Distingsi siswa Ma’arif, lanjutnya, bukan hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga berakhlak mulia. Ia berharap Ma’arif NU ke depan mampu melakukan terobosan, termasuk pembangunan gedung sendiri sebagai simbol kemandirian.
Acara ini juga dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baehaqi Anwar, Katib Syuriyah KH. Ahmad Muzaki, jajaran pengurus LP Ma’arif, serta menampilkan kebolehan siswa berprestasi. Ahmad Alfa Khamdani dari MA Salafiyah Simbangkulon, juara 1 MTQ Porsema tingkat SMA/SMK/MA, dan Nailatus Sa’adah dari MI Walisongo Kwayangan, juara 1 qasidah Porsema tingkat SD/MI, turut tampil memeriahkan.
Peringatan harlah ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai simbol syukur dan kebersamaan keluarga besar LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 54







