
Bojong, nukotasantri.or.id — Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan turun ke bawah (turba) ke Kelompok Kerja (Pokja) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bokasera yang meliputi wilayah Bojong, Kajen, Kesesi, dan Kandangserang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/05/2025) di MIS Ketitangkidul, Kecamatan Bojong, dan diikuti oleh seluruh kepala MI di wilayah tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd., didampingi sejumlah pengurus, antara lain Makhfudz Basari, M.Pd.I. selaku bendahara, serta Riza, S.Pd.I. selaku Ketua Bidang MI. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ketua Pokja MI Bokasera, Herru Susanto, S.Pd.I., bersama para kepala MI dari 15 lembaga yang tergabung dalam Pokja.
Dalam sambutannya, H. Daenuri menegaskan pentingnya kegiatan turba sebagai media silaturahim dan komunikasi langsung antara pengurus cabang dengan para kepala madrasah di tingkat bawah. Ia menyebut bahwa komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci untuk memajukan satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU.
“Pertemuan ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menyambung silaturrahim sekaligus membangun komunikasi yang baik antara pengurus LP Ma’arif dengan Pokja. Komunikasi ini sangat penting guna memajukan lembaga pendidikan yang kita cintai ini,” ujarnya.
H. Daenuri juga memaparkan dua program prioritas LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan pada tahun ini. Pertama, penguatan kapasitas kepala sekolah atau madrasah melalui standarisasi kemampuan manajerial. Menurutnya, kepala madrasah memiliki peran strategis yang sangat menentukan arah dan kemajuan lembaga yang dipimpinnya.
“Kami berharap ke depan kepala sekolah atau madrasah dapat distandarkan kapasitasnya. Kepala sekolah harus menguasai manajemen, sehingga dengan bekal tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa madrasah lebih maju,” tegasnya.
Program prioritas kedua adalah pembangunan gedung sekretariat LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Ia menyampaikan bahwa saat ini LP Ma’arif belum memiliki kantor yang representatif sebagai pusat kegiatan, padahal keberadaan kantor tersebut penting sebagai tempat koordinasi, administrasi, hingga penguatan kapasitas guru.
“Kami berharap LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan bisa memiliki gedung sendiri sebagaimana yang telah dimiliki LP Ma’arif kabupaten lain. Gedung itu nantinya akan difungsikan sebagai kantor, tempat rapat, sekaligus pusat pelatihan guru-guru Ma’arif,” jelasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen yang tergabung dalam keluarga besar Ma’arif NU, baik di tingkat sekolah maupun madrasah, untuk mendukung realisasi program ini.
Sementara itu, Ketua Pokja MI Bokasera, Herru Susanto, melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 15 madrasah ibtidaiyah di bawah naungan Pokja Bokasera. Selain itu, ada dua madrasah lagi yang sedang dalam proses bergabung, yakni MI Babalanlor Bojong dan MI Kwasen Kesesi.
Herru menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan agar terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Pokja, serta memberikan pendampingan yang berkelanjutan untuk peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan turba ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para kepala MI terlihat antusias menyimak paparan program serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan pendidikan di lapangan. Dengan kegiatan ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan berharap terjalin sinergi yang lebih erat antara pengurus cabang dan satuan pendidikan di tingkat akar rumput, demi mewujudkan pendidikan yang unggul dan berdaya saing di bawah naungan Ma’arif NU.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 35







