
MEKKAH, nukotasantri.or.id — Jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An Nahdliyah Kabupaten Pekalongan menuntaskan seluruh rangkaian puncak prosesi ibadah haji dengan melaksanakan thawaf ifadhah di Masjidil Haram. Setelah menunaikan puncak ibadah haji, para jamaah kini bersiap untuk kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan selamat.
Pelaksanaan rangkaian puncak ibadah haji dimulai sejak jamaah berada di Arofah pada 9 Dzulhijjah, kemudian dilanjutkan mabit di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah. Setelah itu, jamaah bermalam (mabit) di Mina dan melaksanakan lempar jumrah selama hari-hari tasyrik, mulai 11 hingga 13 Dzulhijjah.
“Kami bersyukur seluruh jamaah dapat melaksanakan rangkaian puncak haji dengan lancar meskipun menghadapi cuaca panas yang cukup ekstrem dan kondisi kepadatan jamaah yang tinggi,” ungkap KH. M. Nur Alif Wasnadi selaku Koordinator Pembimbing KBIHU An Nahdliyah, Kamis (12/6/2025).
Demi mengutamakan keselamatan dan kesehatan, pihak KBIHU An Nahdliyah memfasilitasi program khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi. Tercatat tujuh jamaah mengikuti program safari wukuf, sedangkan 85 jamaah memilih program murur atau hanya melintas di Muzdalifah tanpa bermalam secara penuh. Untuk lempar jumrah pun sebagian dilakukan dengan sistem perwakilan.
“Langkah ini diambil agar jamaah terhindar dari risiko kelelahan berlebihan dan gangguan kesehatan serius. Keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas utama kami,” jelas KH. M. Nur Alif Wasnadi.
Usai bermalam di Mina dan menyelesaikan seluruh rangkaian lempar jumrah, jamaah KBIHU An Nahdliyah kembali ke hotel di Mekkah. Mereka kemudian melaksanakan thawaf ifadhah di Masjidil Haram dengan mengambil nafar tsani atau kepulangan setelah hari tasyrik kedua.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kepadatan tenda di Mina, sebanyak 60 jamaah yang berusia lebih muda mengikuti program tanazul atau pulang lebih awal ke Mekkah. Program ini didampingi langsung oleh pembimbing KBIHU An Nahdliyah, KH. Sabilal Rosyad.
“Hari ini kami melakukan evaluasi pelaksanaan ibadah haji para jamaah di aula hotel Mekkah. Evaluasi ini penting agar setiap kekurangan di lapangan dapat diperbaiki pada musim haji berikutnya. Kami berharap seluruh ibadah yang dijalankan jamaah diterima oleh Allah SWT dan mereka memperoleh predikat haji mabrur,” tutur KH. Sabilal Rosyad, yang juga Sekretaris Tim Pembimbing.
Di tanah air, Ketua KBIHU An Nahdliyah, H. Mansur Ahmad, sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Agama dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Pekalongan. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kepulangan jamaah berjalan lancar dan terorganisir dengan baik.
“Insya Allah, jamaah KBIHU An Nahdliyah akan tiba di Indonesia pada 19 Juni 2025 mendatang. Semoga seluruh proses kepulangan jamaah berjalan aman dan lancar, dan mereka semua dapat menjaga kemabruran hajinya ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar H. Mansur Ahmad penuh harap.
Rasa syukur dan bangga terpancar dari para pembimbing dan jamaah yang berhasil menuntaskan ibadah rukun Islam kelima dengan baik. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, serta bimbingan yang intensif, KBIHU An Nahdliyah membuktikan komitmennya untuk mendampingi jamaah mulai dari tanah air hingga kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat dan selamat.
Kontributor: Murtadho
Editor: Syaikhul Alim
Views: 165







