Beranda Warta Gelorakan Spirit Pancasila: Seminar Nasional PC ISNU Kabupaten Pekalongan Soroti Nilai Ketuhanan...

Gelorakan Spirit Pancasila: Seminar Nasional PC ISNU Kabupaten Pekalongan Soroti Nilai Ketuhanan dan Moderasi Beragama

342
0
Seminar Nasional Pancasila yang digelar PC ISNU Kabupaten Pekalongan Bekerja sama dengan BPIP RI pada Rabu (18/06/2025) di Student Center UIN Gus Dur (Dok. LTNNU)

Kajen, nukotasantri.or.id — Semangat untuk membumikan nilai-nilai Pancasila terus digencarkan oleh berbagai elemen bangsa. Hal ini tercermin dalam Seminar Nasional Pancasila bertema “Aktualisasi Nilai Ketuhanan dalam Kebangsaan: Menjaga Moderasi Beragama di Indonesia” yang diadakan di Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, Rabu (18/6/2025).

Acara akbar ini digelar atas kolaborasi Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia selaku sponsor utama. Seminar diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, tokoh agama, pengurus ormas, hingga masyarakat umum. Kehadiran peserta yang memadati aula menjadi bukti nyata bahwa kesadaran untuk memperkokoh ideologi Pancasila di kalangan generasi muda masih sangat tinggi.

Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan utama seminar ini adalah untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila di setiap sudut tanah air, agar semakin dipahami, diinternalisasi, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin moderasi beragama menjadi pondasi yang kokoh bagi keutuhan bangsa di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi digital,” ujar Nasrudin di hadapan ratusan peserta.

Seminar ini dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, dilanjutkan dengan sesi sambutan oleh tokoh-tokoh penting yang hadir. Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Kepala BPIP RI, hadir secara khusus sebagai keynote speaker. Turut hadir pula Ir. Prakoso, M.M. (Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP RI), Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. (Rektor UIN Gus Dur Pekalongan), serta jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua FKUB, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. H. Fakhruddin Aziz, Lc., M.Si., Ketua PW ISNU Jawa Tengah, mengulas konsep identitas bangsa. Menurutnya, identitas primordial seperti etnis Jawa, Dayak, Sriwijaya adalah fondasi budaya yang memperkaya khazanah bangsa Indonesia, namun semangat kebangsaan harus tetap berpusat pada identitas nasional bernama Indonesia — satu kata yang lahir dari konsensus sejarah dan tidak berasal dari perbendaharaan etnis manapun.

Sementara itu, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Wakil Rektor III UIN Gus Dur, menekankan urgensi memperkuat moderasi beragama di era digital. Ia memaparkan bahwa sikap seimbang dan adil dalam beragama menjadi benteng bagi kerukunan umat.

“Moderasi beragama adalah filter utama menghadapi polarisasi dan radikalisasi yang marak di ruang digital. Lingkungan kampus harus bersih dari paham ekstrem,” jelasnya sambil memaparkan data Indeks Moderasi Beragama Nasional 2022 yang mencapai angka 6,08, namun tetap membutuhkan penguatan di berbagai lini.

Dari unsur pemerintah daerah, Sri Lestari, S.IP, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, menguraikan bagaimana nilai Ketuhanan dapat diterjemahkan secara praktis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, nilai spiritual dan moral tidak hanya terwujud dalam ritual ibadah semata, tetapi juga menjadi kompas dalam membangun karakter bangsa yang religius dan berakhlak mulia.

Sedangkan Prof. Dr. H. Moh. Agus Najib, S.Ag., M.Ag., Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI, menyoroti persoalan implementasi Pancasila di lapangan. Meski secara teori Pancasila diakui sebagai dasar negara, praktik di lapangan masih sering bertabrakan dengan semangat luhur tersebut.

“Kita perlu menengok kembali bagaimana nilai Pancasila dirumuskan — dengan musyawarah, saling menghargai pendapat, rela berkorban demi persatuan. Inilah yang harus kita teladani,” tegasnya.

Dalam diskusi interaktif yang dipandu Dahrul Muhtadin, M.H.I., para mahasiswa tampak antusias. Beberapa peserta berani mengajukan pertanyaan kritis seputar penerapan nilai Ketuhanan di ruang publik dan strategi menangkal paham radikal melalui pendidikan.

Tak hanya berhenti pada seminar, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya agen-agen Pancasila dari kalangan sarjana NU dan mahasiswa UIN Gus Dur. Dr. Moh. Nasrudin menuturkan bahwa ISNU Pekalongan siap menjadi duta moderasi beragama, mediator di tengah konflik sosial, serta garda terdepan menjaga persatuan bangsa.

“Pancasila adalah jalan hidup kita. Dengan semangat kebersamaan, kita buktikan Indonesia akan selalu kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam keberagaman,” pungkasnya penuh optimisme.

Dengan semangat membumikan Pancasila dan moderasi beragama, masyarakat Pekalongan berharap gelombang pemahaman nilai luhur bangsa ini terus merembes ke seluruh penjuru Nusantara, menjaga harmoni dan persatuan di tengah keragaman.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 24

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini