Beranda Tausiyah Senin: Hari Spesial Dalam Sirah Nabawiyah

Senin: Hari Spesial Dalam Sirah Nabawiyah

362
0

Dalam perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW, seringkali ditandai dengan awalan hari senin. Maka hari senin masuk dalam hari yang spesial, karena hari tersebut dipilih oleh Allah SWT sebagai waktu yang menandai setiap peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW. Kehususan hari senin, bisa kita lihat dari sabda Nabi Muhammad SAW dan qaulnya ulama.

عَنْ أبِي قَتادَةَ الأ نْصَارِيِّ،  أنَّ رَسُولَ اللهِ صل الله عليه وسلم  سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقالَ: فِيهِ وُلِدْتُ وفِيهِ أُ نْزِلَ عَلَيَّ

Artinya : Diriwaytakan dari Abi Qotadah Al Anshori , Rasululah SAW ditanya  tentang puasa hari senin, beliau menjawab dihari senin aku dilahirkan dan dihari senin aku menerima wahyu.

قَالَ شيخ الزندستى قال سمعت أبا منصر المذكور يقول أعطى الله تعالى يوم السبت لمسى و لخمسين نبيا ومرسلا معه وأعطى يوم الاحد لعسى و لخمسين نبيا ومرسلا معه وأعطى يو الاثنين  لمحمد عليه صلاة وسلام ولثلاث وستين نبيا ومرسلا معه…………….

Artinya : Syaikh Zandusity berkata, saya mendengar Abu Mansur mengatakan, bahwa Allah SWT menganugrahkan hari sabtu untuk Nabi Musa as bersama 50 Nabi dan Rasul, hari ahad untuk Nabi Isa as bersama 50 Nabi dan Rasul, hari senin untuk Nabi Muhammad SAW bersama 63 Nabi dan Rasul …………..

Sayidah Aminah pertama kali mengandung yaitu pada hari senin awal bulan Rajab, namun pada saat kandunganya berusia dua bulan, suaimnya meninggal dunia di Madinah. Setelah Sembilan bulan beliau mengandungan, lahirlah sayidil mursalin wa khotamin nabiyyin yaitu Nabi Muhammad SAW di Mekah pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan tahun 570 masehi. Turut hadir pada malam kelahirannya yaitu Sayidah Asiyah dan Sayidah Marya,  juga bidadari dari Surga. Saat beliau dilahirkan menunjukan isyarat dengan meletakan tangannya di bumi dan mengangkat kepalanya ke atas, sebagai pertanda bahwa kelak beliau akan mendapatkan derajat yang tinggi.

Beliau diangkat menjadi Rasul pada hari senin pada umur 40 tahun, sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, sebagai pengatarnya selama enam bulan, beliau sering bermimpi dengan mimpi yang hakiki, memancarkan kebenaran yang selama ini dicarinya. Beliau menerima wahyu pertama di Gua Hiro pada tanggal 17 Romadhon yang masyhur dengan sebutan malam lailatul qodar, bertepatan dengan tahun 610 masehi, wahyu yang pertama kali diterima yaitu surat Al Alaq ayat 1-5.

Pada umur 51 tahun beliau di Isra-kan oleh Allah SWT dari Masjid Al Haram di Mekah hingga ke Masjid Al Aqsa di Palestina, kemudian di Mi’raj-kan dari Masjid Al Aqsa hingga sidaratul Muntaha. Umur 53 tahun beliau diperintahkan untuk hijrah ke Madinah, berangkat dari Mekah hari kamis, namun sebelum berangkat ke Mekah terlebih dahulu berdiam diri di Gua Sur selama 3 hari bersama Sayidina Abu Bakar As Sidiq, kemudian berangkat ke Madinah pada hari senin, setelah mengalami perjalanan panjang yang melelahkan akhirnya tiba di Quba (berjarak  4 km dari Masjid Nabawi) pada hari senin, di Quba tinggal selama 4 hari. Selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan menemui orang-orang Madinah yang sudah menunggunya, sesampainya di Madinah, beliau disambut dengan gema suara lantunan sholawat penyambutan.

Setalah menyampaikan risalah ajaran Islam kepada umatnya dengan sempurna, ditandai dengan turunya surat Al Maidah ayat 3, dan sudah mengkader sahabat-sahabat yang kelak meneruskan perjuangannya, beliau wafat di umur 63 tahun pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 10 Hijriyah, dimakamkan di kamarnya Sayidah Aisah ra, pada tanggal 14 Rabiul Awal, yakni dua hari setelah beliau wafat.

Penulis : Fatkhuri As Sobri, M.Pd.

Views: 29

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini